BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor menerima banyak pertanyaan dari masyarakat perihal sampai kapan BisKita Transpakuan akan digratiskan dan berapa tarif yang akan ditentukan oleh Pemerintah Kota Bogor.
Selain itu, DPRD dipertanyakan juga bagaimana nasib para sopir Angkutan Kota (Angkot) yang saat ini jalurnya dilalui oleh BisKita Transpakuan. Sehingga wakil rakyat berpesan agar pengusaha tidak meraup untung banyak dari BisKita serta tepati janji agar para sopir angkot direkrut oleh Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor.
Bendahara Fraksi Gerindra H.M. Zaenal Abidin mengatakan, dirinya mengapresiasi BisKita yang digulirkan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakilnya Dedie A Rachim sebagai sarana transportasi masyarakat yang nyaman.
“Banyak masyarakat yang memang berminat dan menggunakan terus BisKita sebagai pilihan transportasi. Mereka juga menyampaikan pendapat kepada saya, BisKita nyaman dan cepat. Jadi mereka sangat terbantu untuk berpergian dari batas Kota Bogor hingga ke pusat kota, selain warga kota bogor, banyak masyarakat luar Kota Bogor juga berminta untuk menggunakan BisKita Transpakuan,” ungkap Zenal, kepada wartawan, pada Senin (15/2/2022).
Zenal melanjutkan, namun para masyarakat mempunyai pertanyaan yang besar, yaitu sampai kapan BisKita Transpakuan akan digratiskan dan untuk tarifnya sendiri berapa. Masyarakat yang menyampaikan aspirasi berharap agar tarifnya sesuai dengan kemampuan masyarakat menengah kebawah,” tutur Zenal.
Untuk itu, Zenal berpesan kepada Pemkot Bogor dan PDJT agar mematangkan kajian tarif yang layak dan tidak memberatkan masyarakat. Sehingga BisKita bisa sesuai harapan masyarakat menjadi sarana transportasi yang nyaman dan tetap terjangkau.
“Tarif harus sesuai, jangan sampai pengusaha meraup untung yang banyak dari pelayanan publik ini. Karena saat ini BisKita ini bekerjasama dengan pihak swasta kan, bukan hanya PDJT,” tegasnya.
Zenal memaparkan, selain itu ada aspirasi yang masuk ke DPRD Kota Bogor yaitu terkait kejelasan rekrutmen sopir angkot, diharapkan hal itu dijalankan oleh PDJT, agar sopir angkot yang kehilangan pekerjaannya dibantu semuanya masuk sesuai dengan kemampuan mereka.
“Termasuk untuk persoalan surat izin mengemudi yang berbeda antara angkot dengan bus. Ya, harus dibantu itu juga,” jelasnya.
Zenal menambahkan, karena saat ini banyak keluhan dari sopir angkot yang dilalui BisKita Transpakuan ada penurunan pendapatan yang cukup signifikan.
“Dari satu sisi bagus, pelayanan BisKita ini membuat masyarakat nyaman. Tapi disatu sisi harus dipikirkan nasib harus dipikirkan nasib sopir angkot karena mereka punya keluarga yang harus dipenuhi kebutuhannya,” pungkasnya. (Aditya)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















