10 Ketua TP-PKK Kecamatan Dilantik Sekaligus Duta Penurunan Stunting

TP-PKK
BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan lantik 10 Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan yang terdiri dari Ketua TP-PKK Kecamatan Cibungbulang, Tamansari, Rancabungur, Cisarua, Dramaga, Cigombong, Tanjungsari, Ciampea,  Parung dan Ciawi sekaligus kukuhkan Ketua TP-PKK Kecamatan se-Kabupaten sebagai Duta Penurunan Stunting Kecamatan Tahun 2022, yang berlangsung di Gedung Tegar Beriman Kabupaten Bogor, Selasa (22/3/22).
tp pkk

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan berharap, para Ketua TP-PKK Kecamatan dan Duta Penurunan Stunting Kecamatan yang baru saja dilantik mampu mengemban amanah dan komitmen untuk mencapai tujuan PKK yaitu, menyejahterakan masyarakat melalui keluarga untuk mewujudkan keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, lahir dan batin.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor Minta Pemkab Atur Kawasan Perburuan Hewan

“Selamat mengemban tugas, selama ini PKK telah menjadi mitra dan jembatan pemerintah di daerah dalam mendorong laju pemberdayaan kesejahteraan keluarga, melalui berbagai program dan kegiatan yang terstruktur, baik melalui tingkat Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan hingga Desa,” terang Wakil Bupati Bogor.

Iwan Setiawan menyampaikan, berkaitan dengan upaya penanganan stunting, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Pemprov Jabar, telah berkomitmen di tahun 2023 mendatang prevalensi stunting kurang dari 20%. Upaya telah dilakukan untuk percepatan penanganan stunting, pada tahun 2020 telah ditetapkan 38 desa di 14 kecamatan, dan pada tahun 2021 telah ditetapkan 68 desa di 26 kecamatan, sebagai lokus fokus intervensi stunting untuk penajaman sasaran wilayah penanganan stunting.

BACA JUGA :  7 Doa Nabi Musa AS yang Dapat Diamalkan dalam Berbagai Situasi Kehidupan

Lanjut Wabup Iwan, sebagai informasi berdasarkan hasil pemantauan status gizi balita melalui kegiatan Bulan Penimbangan Balita (BPB) tahun 2021, yang diinput melalui aplikasi EPPGBM (Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat), dari jumlah balita 530.793 jiwa diperoleh hasil prevalensi stunting sebesar 28.565 atau 12,69% balita stunting lebih rendah 3,89% dari target 16,58% di tahun 2021, dan Kabupaten Bogor memiliki jumlah balita terbesar dibanding Kabupaten lain.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================