
“Saya tidak tahu rencana kedepannya seperti apa, bagaimana pertimbangan membuka untuk umum dan sebagainya. Apakah kepentingan membuka untuk umum dan lain sebagainya. Apakah keperluan konservasi lebih tinggi daripada rekreasi dan sebagainya. Namun saya kira aset berharga ini harus bisa diakses dan diketahui oleh publik,” ujarnya.
Pembina Yayasan Bina Bangsa Berdikari, Rahadian Firmansyah menuturkan, konservasi Anggrek di Kebun Raya Bogor merupakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan PT SMF. Pemilihan bunga anggrek dikarenakan ciri khas dan keindahannya. Bahkan, berdasarkan informasi sudah mulai langka dan mendekati kepunahan.
“Karena itu Yayasan Bina Bangsa Berdikari dan PT SMF mengajukan diri terlibat untuk misi kebaikan melestarikan bunga anggrek ini,” kata Rahardian.
Keberadaan Griya Anggrek Kebun Raya Bogor diharapkan menjadi tempat wisata edukasi, penelitian dan jasa lingkungan.
Dalam peresmian tersebut, dilaksanakan sosialisasi dan pelatihan budidaya tanaman anggrek oleh Yogi Febrianto dan Agus Waluyo Cukur, yang diikuti Kelompok Wanita Tani (KWT) perwakilan dari kelurahan di Kecamatan Bogor Tengah.(*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















