Puasa Kali Ini, Petani Timun Suri di Kemang Bogor Gagal Panen

BOGOR-TODAY.COM, BOGOR Petani timun suri di Kampung Kemang Gudang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, mengalami gagal panen akibat kondisi cuaca tak menentu yang terjadi beberapa bulan terakhir berdampak pada hasil produksi pertanian yang ditanam nya rusak.

Enan (54), salah satu petani setempat mengatakan, akibat kondisi cuaca yang panas, berangin, hujan di tengah kemarau, dan fluktuasi suhu yang ekstrem antara siang dan malam membuat tanaman timun suri tidak tumbuh maksimal.

“Timun suri tahun ini gagal, buahnya kurang bagus. Kalau penyebab hama sih engga kayanya, kebanyakan hujan pun kurang bagus,” kata Enan kepada Bogortoday, Senin (4/4/2022).

BACA JUGA :  Telinga Berdenging atau Tinnitus: Kenali Penyebab dan Gejalanya
Timun suri
Enan petani timun suri, warga Kemang Bogor, hanya bisa menjual sedikit saja timun suri untuk puasa kali ini, dikarenakan anomali cuaca sehingga berdampak gagal panen.

Anomali cuaca membuat tanaman timun suri nya gagal panen. Panen awal dalam kondisi normal saat panen bisa menghasilkan sekitar 5000 buah, realitanya pada saat ini kebun timun suri yang di garapnya hanya menghasilkan 100 buah saja.

“Kalau panen tahun kemaren pada saat pandemi covid melanda hingga menjelang lebaran jurang lebih bisa menghasilkan 5000 lebih, untuk 4 kali panen dalam waktu sebulan,” ungkapnya.

Ia merasakan baru kali ini mengalami gagal panen, walaupun sebenarnya dalam panen sebelumnya belum pernah merasakan hal seperti ini.

“Biasanya ga pernah begini. Ada juga teman yang disebelah sana juga sama mengalami gagal panen bahkan tidak bisa mengambil buah tersebut dan mengalami daun kuning,” tuturnya.

BACA JUGA :  Kabar Gembira, Perumda Tirta Pakuan Gelar Promo Pasang Baru Murah Meriah di Momentum HJB

Akibat gagal panen ini, Anen mulai memasarkan hasilnya secara keliling dari pasar ke pasar. Walaupun sebelum mengalami gagal panen ia hanya mengandalkan para tengkulak yang mendatangi kebunnya dengan memborong hasil panennya itu.

“Biasanya 2 hari menjelang puasa ada yang dateng buat ngeborong, untuk mereka pasarkan ke pelanggan toko buah dan pasar. Sekarang karena pendapatan hasil panen saya sedikit dia juga ga ngambil,” pungkasnya. (Aditya)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================