
“Jadi kisahnya antara Covid dan usaha ini kita combine, dan teman teman semua yang masak di sini memang benar-benar orang yang berpengalaman dibidangnya. Ketika kondisi Covid-19 dirumahkan selama lima bulan, mereka main ke rumah saya kita coba bikin usaha salah satunya usaha yang saya bangun Kedai Sate Graha Cilebut ini yang paling berhasil,” kisah Hari saat ditemui di lokasi, Sabtu (16/4/2022) malam.

Kedai Sate Graha Cilebut Cabang kedua ini, sambung Hari berawal dari hanya sate saja, namun seiring permintaan pelanggan Kedai Sate Graha Cilebut ini menyediakan beragam menu seperti, tongseng, sate maranggi, gulai serta oseng ayam juga kambing. Tidak hanya dari makanan, di cabang kedua Kedai Sate Graha Cilebut juga dilengkapi dengan parkiran luas, toilet juga musala.
“Menunya variatif, inovatif banyak masukan, terutama dari teman-teman dari hotel. Range harganya sendiri, untuk nasi goreng hanya Rp 15 ribu per porsinya, paling mahal itu cuma Rp20 ribu per porsinya,” kata Hari.
Kata Hari, untuk yang Kedai Sate Graga Cilebut ini, tak hanya menyajikan makanan saja. Akan tetapi juga menyediakan beragam aneka minuman kopi dan pengunjung akan merasakan sensasi ngopi di tengah hutan karena rimbunnya pepohonan. Mengenai harga pengunjung tidak usah khawatir dan tidak perlu merogoh kocek lebih dalam. Harga kopi yang ditawarkan berkisar Rp5 ribu hingga Rp 18 ribu.
Untuk menjalankan bisnisnya itu Hari dibantu oleh 10 orang karyawannya yang berpengalaman dibidangnya masing-masing. Bahkan, dalam waktu dekat juga dirinya bakal membuka cabang ketiganya di kawasan eks Bale Binarum, Kemang. Kota Bogor.
“Jam operasionalnya kami buka pukul 16.00 hingga pukul 23.00 WIB. Bagi pengunjung yang mager atau malas datang ke lokasi, bisa dipesan juga melalui online,” tutup Hari. (B. Supriyadi)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















