
“Pihak RSUD Leuwiliang sudah baik hati, dengan memberi mereka masker dan memperbolehkan menjenguk pasien dengan sarat bergantian jangan langsung beramai – ramai. Karena, itu sudah menjadi peraturan rumah sakit,” tutur dia.
Kebaikan pihak rumah sakit pun tidak membuat tensi pembesuk itu berbaik hati, justru malah makin menjadi. Dengan arogannya dia menyebut – nyebut nama bupati Bogor Ade Yasin yang diklaim teman dekatnya.
“Petugas kami menegaskan bahwa aturan RS seperti itu, bila tidak mau mengikuti aturan RSUD Leuwiliang, maka keluarga ibu dirawat saja di rumah atau rumah sakit lain,” kata Lintang menirukan perkataan petugas.
Petugas pun mengalah untuk menghindari konflik semakin tajam hingga membiarkan mereka (para pembesuk, red) masuk ke lingkungan rawat inap rumah sakit.
“Tidak lama satu orang turun lagi untuk jemput keluarganya yang masih di mobil, total semuanya sekitar 7 orang dibawa masuk. Jadi pemberitaan atau kabar tentang petugas kami mengeluarkan kata – kata kotor ke keluarga pasien itu tidak benar,” pungkasnya. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















