Sedangkan pada Sabtu (23/4/2022), alat tersebut juga mencatat aktivitas petir yang cukup jauh, yaitu CG + (Cloud to Ground positif) sekitar 19,6 kilometer arah utara dari kantor Desa Selajambe dan CG – (Cloud to Ground negatif) sekitar 21,4 kilometer arah barat laut dari Kantor Desa Selajambe.

BACA JUGA :  PT Rawabi Zam Zam Gelar Sosialisasi Pemberangkatan 90 Jamaah Umrah

Meski ada aktivitas petir, Ayu menyebut belum dapat dipastikan sebagai sumber suara gemuruh.

Tak hanya itu, BMKG juga melakukan pengamatan satelit untuk menjawab teka-teki suara gemuruh tersebut. Berdasarkan data pengamatan satelit, pada saat yang dilaporkan, tidak terdapat awan cumulonimbus (Cb) ataupun Cumulus (Cu) yang dapat menyebabkan badai petir.

BACA JUGA :  5 Peristiwa Bersejarah di Bulan Muharram yang Memiliki Makna Besar bagi Umat Islam

“Saat terdengar suara gemuruh, cuaca dalam kondisi cerah berawan. Sehingga bisa disimpulkan penyebab gemuruh bukan disebabkan oleh fenomena atmosferik,” papar Ayu. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================