
Menurut pantauan dirinya, saat itu arus lalulintas terjadi kemacetan yang sangat panjang dari mulai Rajapolah hingga ke wilayah Malangbong Garut. Pengalihan arus tidak dilakukan permanen, tapi situasional tergantung kondisi di lapangan.
Sementara, melansir detikcom, Kabid Humas Polda Jawa Barat (Jabar) Kombes Ibrahim Tompo menyayangkan dan mengaku prihatin atas adanya insiden tersebut. Tompo menjelaskan pria yang ada di mobil Alphard warna hitam tersebut bernama Periyanto.
“Tidak seharusnya Periyanto membentak bahkan memaki petugas kepolisian yang sedang membantu mengurai arus lalu lintas tersebut. Petugas di lapangan hanya menjalankan perintah demi membuat arus lalu lintas lancar,” ujar Tompo.
“Petugas di sana di-ploting dengan tugas pengamanan dan pelayanan masyarakat, sedang melaksanakan pengaturan lalu lintas. Rekayasa lalulintas sudah ditentukan oleh manajemen dan anggota tersebut tidak mengubah lagi. Namun hanya menjalankan pengaturan dan memperlancar arus lalu lintas,” Tompo menambahkan.
Kata Tompo, kejadian yang viral di medsos itu terjadi di simpang empat Panyusuhan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya. Tiba-tiba, Periyanto memaki petugas dengan kata-kata kasar.
“Pada saat dilakukan rekayasa lalu lintas, pelaku memaki petugas yang ada di sana dengan kata-kata kasar,” jelas Tompo. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















