BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) berencana segera memanfaatkan tanah hibah dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.

Selain pusat pemerintahan, lahan hibah tersebut ada di beberapa wilayah Kota Bogor yang akan digunakan Pemkot sebagai pengembangan destinasi wisata dan pusat bisnis.

“Ibukota pindah di Bogor Timur di atas tanah seluas 9 hektar hibah dari DJKN. Bukan hanya pusat kota, tapi ada housing komplek perumahan, disana ada pusat kegiatan bisnis dan lain-lain,” ungkap Wali Kota Bogor, Bima Arya, Rabu (18/5/2022).

Bima membeberkan, untuk di wilayah Bogor Utara pun begitu Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW) yang baru memungkinkan pembaruan untuk adanya pusat bisnis di Kecamatan Bogor Utara.

BACA JUGA :  Ternyata Mengumpat Tidak Selalu Buruk, Ini Sejumlah Manfaatnya Menurut Penelitian

“Ada housing perkantoran atau sentra bisnis baru dan lainnya. Ada alokasi khusus untuk tempat-tempat pemukiman, soalnya ada destinasi wisata di wilayah lain. Saya kira ini mengantisipasi Ibu Kota Negara (IKN) pindah tahun 2024 dari Jakarta,” bebernya.

Bima menjelaskan, ibukota Jakarta pindah dirinya ada kekhawatiran pendapatan Kota Bogor, tapi tetap harus selalu optimis. Kenapa?, mungkin jasa dan wisata akan hilang, pajak hotel restoran dan kegiatan workshop seminar juga lainnya mungkin tidak banyak yang datang ke Kota Bogor.

“Salah satunya mungkin kami alihkan ke destinasi wisata yang banyak, karena jangan sampai nanti workshop dan meeting pada saat pindah ibu kota akan hilang. Kami melihat kota Jakarta nanti akan lebih fokus kepada sebagai kota pusat bisnis, jadi butuh destinasi wisata di Kota Bogor,” jelasnya.

BACA JUGA :  ​Menuju Kepemimpinan Baru, Pendaftaran Ketua Kadin Kota Bogor Resmi Ditutup Hari ini

Kemudian Bima menambahkan, disitulah keuntungan berkembang destinasi wisata Kota Bogor, kemudian akan ada perkembangan pemukiman di Kota Bogor karena Kota Bogor banyak saingan nya di Jabodetabek. Tetapi kan memang kalau masyarakat memilih, tidak akan tinggal di Depok, Tangerang, Bekasi dan lainnya.

“Ya pasti di Kota Bogor karena lebih nyaman dan dibenahi kotanya. Kemudian NJOP nya akan semakin tinggi. Kalau ibukota pindah, Kota Bogor akan tetap menjadi magnet, jadi nanti kami tergantung pada BPHTB kan, ini pemasukannya nomor satu dan nomor 2 PBBP2 dan berikutnya pajak lainnya,” pungkasnya. (Aditya)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================