“Kejadian ini sudah terjadi sejak satu bulan lalu, padahal padinya sudah siap panen. Tapi, semuanya mendadak terserang hama tikus. Padahal kami sudah berupaya memberantas dengan cara membakar jerami di lubang-lubang tikus,” kata Saminah.

Petani lainya, Uminah (52), warga Kampung Cimanggu menyebut, penyebab lain dari menurunnya hasil panen padinya itu disebabkan karena kurangnya pupuk yang sulit didapat dengan harga murah.

BACA JUGA :  Psikologi Warna di Kantor: Pilihan Warna Pakaian yang Bisa Mempengaruhi Kesan Profesional

“Kalau di sini tidak ada kelompok tani (poktan), adanya di Kecamatan. Tidak seperti di daerah lain yang sering mendapat bantuan pupuk, bibit  kedelai dan bibit padi yang lima kilogram itu. Kalaupun membeli harus ada kartu tani itu, kecuali kita beli pupuk non subsidi yang mahal,” tukasnya. (Didin/CR)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================