246 jiwa
Kondisi hunian sementara (huntara) di Desa Parigi, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

BOGOR-TODAY.COM, BOGOR246 jiwa yang menghuni hunian sementara (huntara) di Desa Parigi, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor hidup terlunta-lunta mulai merasakan kekurangan air bersih hingga terganggunya kesehatan.

Atas ketidaknyamanan fasilitas huntara yang diberikan pemerintah, sebagian warga yang terdampak bencana longsor dan banjir bandang pada awal tahun 2020 itu lebih memilih mempertaruhkan nyawanya dengan kembali menempati rumah mereka di Kampung Sinar Harapan.

BACA JUGA :  Harga Emas Antam Turun Tajam, Kini di Level Rp 2,77 Juta per Gram

Ketua RW setempat, Yanto Haryanto menyebut bahwa kekurangan tersedianya air bersih dipicu lantaran mesin pompa air yang diberikan pemerintah kerap mengalami kerusakan.

“Penampungan air untuk memenuhi kebutuhan warga disini hanya satu, itu pun mesin pompanya sering rusak dan saat mesin sudah panas air keluarnya lambat,” ungkap Yanto kepada wartawan, Jumat (27/5/2022).

BACA JUGA :  Timnas Indonesia U-19 Siap Tempur di Piala AFF U-19 2026, Garuda Muda Punya Rekor Positif di Laga Perdana

Tak hanya itu, Yanto juga mengungkapkan masalah kesehatan yang dirasakan warganya dikarenakan hunian mereka tidak layak, meski terpaksa mereka tetap tinggal demi bertahan hidup.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================