Dalam sambutan pidato perayaan HJB ke-540 dalam rapat paripurna, pria yang akrab disapa Kang Atang ini menyampaikan bahwa kebesaran dan kejayaan semasa Baginda Prabu Siliwangi harus menjadi inspirasi bagi seluruh warga Kota Bogor, untuk terus menumbuhkan rasa cinta dan rasa kepemilikan yang benar terhadap Kota Bogor ini.

“Apa yang kita rasakan dan dapatkan hari ini tidak terlepas dari apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu kita. Sebagai rasa syukur, kita harus terus berupaya meneruskan perjuangan membangun kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Ini sesuai dengan pepatah dari para leluhur yang hingga saat ini kita jadikan sebagai motto Kota Bogor yakni ‘Dinu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampereun Jaga’,” ujar Atang.

Tema HJB ke-540 ”ABHINAYA SATYA LESTARI”,  yang mengandung makna semangat yang tulus untuk menghadirkan program-program berkelanjutan bagi lingkungan agar bumi terus hidup atau lestari, maka Atang menegaskan bahwa pembangunan Kota Bogor haruslah bertumpu pada tiga aspek, yaitu aspek sosial budaya, ekologi, dan ekonomi. Ketiga aspek ini menjadi landasan bagi program pembangunan yang berkelanjutan.

BACA JUGA :  Kejagung Geledah Kantor BGN, Pemerintah Minta Publik Hormati Proses Hukum

Atang menerangkan, pembangunan yang bertumpu pada aspek sosial budaya menitikberatkan pada kearifan lokal, budaya gotong royong, serta kebersamaan dan kerukunan masyarakat. Budaya luhur warisan nenek moyang ini menjadi kekuatan pemersatu warga, sekaligus sebagai pijakan kearifan agar di era yang serba maju ini, Kota Bogor tetap menjadi kota yang nyaman di dalam taman.

hjb ke-540  hjb ke-540

Aspek ini diperkuat dengan aspek ekologi yang menitikberatkan pada kelestarian lingkungan. Pembangunan harus terus dilakukan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Degradasi lingkungan yang telah terjadi selama ini harus dihentikan dan harus mulai dilakukan usaha-usaha untuk melestarikan lingkungan.

“Aspek yang ketiga adalah ekonomi, yaitu upaya mewujudkan peningkatan dan pemerataan kesejahteraan keadilan. Permasalahan kemiskinan dan sulitnya mendapatkan lapangan kerja akibat pandemi covid-19, harus diselesaikan dengan program ekonomi yang konstruktif dan bisa dirasakan oleh semua warga Kota Bogor. Program pembangunan harus dirasakan oleh seluruh wilayah dan seluruh warga Kota Bogor. Itulah substansi dari pemerataan kesejahteraan dan keadilan,” tegas Atang.

BACA JUGA :  Resep Bolu Gula Merah Kukus Tanpa Telur, Lembut, Manis, dan Mekar Sempurna

Dilokasi yang sama, Sekretaris DPRD Kota Bogor, Boris Derurasman, mengungkapkan kolaborasi Setwan DPRD Kota Bogor dengan PFI Bogor sejalan dengan motto Setwan DPRD Kota Bogor yang ’SIAP Melayani’ Warga Kota Bogor.

hjb ke-540

Ia pun berharap, kegiatan pameran foto ‘Bingkai Parlemen’ bisa memberikan informasi aktual kepada semua lapisan warga Kota Bogor tentang kegiatan yang dilaksanakan oleh Pimpinan dan anggota DPRD Kota Bogor disamping itu akan segera dibuka Gerai Hasil Karya  UMKM dan Produk Lokal warga Kota Bogor di Areal DPRD Kota Bogor kerjasama dengan Disperindagkop & UMKM dalam upaya Gerakan Cinta Produk Dalam Negeri

“Kegiatan ini diharapkan  dapat memberikan informasi aktual kepada semua lapisan warga masyarakat Kota Bogor tentang kegiatan yang  dilaksanakan oleh Pimpinan dan anggota DPRD Kota Bogor periode 2019 – 2024 selama ini,” pungkasnya. (Advertorial)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================