BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Pagi buta diselimuti udara dingin yang menusuk tulang, Zentri Hartanti mulai memanasakan mesin motornya, ia bersiap untuk memberikan ilmu yang ia miliki kepada siswa-siswi SDN Kadusewu di Kampung Cijantur RT05/06, Desa Rabak Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Ya, Zentri Hartanti merupakan sosok guru honorer yang peduli terhadap pendidikan.

Demi mencapai tujuan, roda motornya dipaksa mencengkram kuat jalanan yang masih beralaskan tanah, curam bahkan terjal, terlebih jika hujan turun membuat kontur jalan menjadi licin. Bahkan, dirinya harus menempuh perjalanan selama satu jam. Perjuangannya itupun, tidak sebanding upah yang ia terima satu bulannya menjadi seorang honorer.

“Sebenarnya panggilan jiwa saja. Sebab, saya waktu sekolah dasar diajak kesini oleh guru. Cuma waktu itu kaget banyak anak-anak yang tidak bersekolah,”ucap Zentri Hartanti.

BACA JUGA :  Maknai Idul Adha, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang Dorong Penguatan Nilai Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial

Sekolahan tempat mengajar, berada dilokasi dataran paling tinggi disekitaran Kecamatan Rumpin yang menjadi perbatasan dengan Kecamatan Cigudeg. Lokasi sekolahan itu, berada diketinggian yang mencapai 800 meter, dari permukaan laut.

“Kalau musim hujan saya jalan kaki. Motor juga saya taruh di kampung sebelah, karena kalau memaksakan suka jatuh, karena akses jalan setapak yang licin,”terang perempuan berkacamata itu.

Zentri sapaan akrabnya mengaku, sebelum dibukanya akses jalan oleh TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD), memang saat itu sangat terjal. Tapi kali ini, sudah ada peningkatan, sehingga kendaraan roda dua sudah masuk.

BACA JUGA :  Fajar/Fikri Tantang Wakil Korea di Final Singapore Open 2026

Zentri tak sendiri, ia mengajar bersama 4 teman gurunya yang juga sama-sama tenaga honorer. Zentri sendiri mengajar murid kelas dari kelas 1 hingga kelas 6, dengan jumlah murid sebanyak 160 siswa dan siswi.

“Dulu saya ngajar menerima upah 250 ribu, naik hingga saat ini sampai 1 juta. Itu upah sebagai honorer setiap bulan,”akunya.

Selama mengajar, sambung Zentri, Kampung Cijantur saat ini banyak perubahan dan sudah mulai sadar terhadap pendidikan. Bahkan, saat ini ada sekolahan SMP terbuka di Kampung Cijantur.

“Allhamdulilah saat ini sudah mulai sadar terhadap pendidikan. Sekolahan SDN kelas jauh, ada juga sekolahan SMP terbuka,”terang Zentri. (B. Supriyadi)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================