
Ia pun menginstruksikan seluruh kepala daerah dan unsur Forkopimda Sulbar memaksimalkan komunikasi. Menurutnya koordinasi yang kuat penting dalam upaya penanggulangan bencana.
“Bersatu perkuat komunikasi bahwasanya kita punya potensi. Mari kita komunikasikan potensi itu dengan baik, dan bangun hubungan baik dengan forkopimda, hubungan baik dengan provinsi. Kita nggak bakal bisa mengurus diri masing-masing, percayalah,” pungkas Akmal.
Sebelumnya dilaporkan ada 6 casis Polri yang luka akibat tertimpa reruntuhan plafon gedung PKK Sulbar. Mereka terdiri dari empat orang mengalami luka robek, dan dua lainnya luka lecet.
“Di rumah sakit sendiri kami menerima enam orang casis, terdiri dari empat orang mengalami luka robek dan saat ini kami sementara observasi jahitan pada lukanya, dua lainnya menderita luka lecet dan sudah diperbolehkan pulang,” kata Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju, dr Syahrul Gani kepada wartawan, Rabu (8/6).
Saat gempa bumi terjadi pihaknya pun sempat mengevakuasi sejumlah pasien ke tempat aman. Termasuk memulangkan tiga pasien yang baru saja melahirkan.
“Sementara untuk pasien di rumah sakit, tadi itu ada tiga orang pascamelahirkan sudah kami pulangkan dan ada 15 pasien umum kami evakuasi dulu ke tempat ketinggian. Ini sudah ada yang balik lagi ke IGD (Instalasi Gawat Darurat),” ungkapnya. – (Net).
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















