PASANGAN suami istri (Pasutri) Emong (60) dan Nesa (55) warga Kampung Palasari, Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor tetap konsisten menjalani bisnis membuat tempat nasi dari anyaman bambu sejak 1980 silam.

BACA JUGA :  KaBogorFest 2026 Resmi Dibuka, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Meriahkan HJB ke-544

Dalam sehari, Pasutri) ini, mampu membuat kerajinan tempat menyimpan nasi dari bahan bambu yang biasa disebut “Boboko” itu, sekitar 10 unit setiap harinya dan dijual di pasar yang ada di Kabupaten Bogor.

BACA JUGA :  7 Tips Awet Muda untuk Pria agar Tetap Prima dan Percaya Diri

Untuk harganya sendiri dijual Rp 25 ribu untuk satu Boboko. Untuk memudahkan penjualan, ada penampung yang siap menjual ke pasar-pasar yang ada di Bogor. (BOGOR TODAY / Fadilah)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================