BOGOR-TODAY.COM, CIBINONG – Partai Demokrat di Kabupaten Bogor terus melebarkan sayapnya demi memenangkan pemilu di 2024 mendatang. Kali ini, basis PCNU pun menjadi salah satu hal yang wajib untuk bersilaturahmi dan meminta dukungan serta doa untuk kemajuan bangsa.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bogor, Dede Chandra Sasmita Kembali melanjutkan kegiatan “Silaturahmi Menautkan Hati” ke sejumlah tokoh di Bumi Tegar Beruman, kali ini Kabupaten Bogor. Hari ini, markas Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor jadi pilihan.
“Kali ini kami mendatangi kantor PCNU Kabupaten Bogor dan alhamdulillah disambut langsung Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Bogor, KH. Aim Zaimuddin beserta jajaran pengurus di kantor PCNU,” tutur Dede Candra.
Menautkan Hati ke sejumlah tokoh di Kabupaten Bogor, merupakan program 30 hari kerja setelah selesai Fit and Propertes yang dilakukan DPP Partai Demokrat yang menunjuk dirinya sebagai ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor periode 2022-2027.
“Jadi jangan sampai saya yang merupakan alumni dari Ponpes Tebu Ireng Jombang tidak pernah datang ke markas Nahdatul Ulama (NU) yang ada di Kabupaten Bogor, sementara Tebuireng merupakan cikal bakal pendirian NU oleh almagfurloh Hadrotusyekh Hasyim Asy’ari,” kata pria yang akrab disapa Kang Decand’s itu.
Kang Decan’s mengatakan, Partai Demokrat Kabupaten Bogor, membuka pintu seluas-luasnya bagi kader-kader terbaik NU yang berkeinginan terlibat dalam politik praktis melalui ikut pemilihan anggota legislative tahun 2024 mendatang.
“Saya yakin bahwa NU bukan milik partai politik tertentu, terlebih pasca selesainya Munas Lampung, NU lebih menjadi rumah besar untuk umat. Untuk itu, Demokrat membuka pintu seluas-luasnya bagi kader terbaik NU untuk aktif dalam politik. Mudah-mudahan kami bisa berkolaborasi secara institusi dan secara pribadi, saya meminta doa dan berkahnya ke para kyai NU,” papar Decans.
Sementara itu, Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Bogor, KH. Aim Zaimuddin menyambut baik kedatangan para pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, yang dinahkodai seorang santri jebolan Tebu Ireng Jombang, Kang Dede Chandra Sasmita.
“NU tidak terikat pada partai mana pun, dan membebaskan pada warga Nahdliyyin yang akan berkontribusi dan terlibat di partai politik, diberikan kebebasan masuk partai mana pun,” tutur KH. Amin.
Sejauh ini, baru membuka silaturahmi dengan rekan-rekan yang berjuang di partai politik, bahkan Partai Demokrat ini yang pertama.
“Biasanya yang sudah-sudah saya selalu tunda dan akhirnya ga jadi, tapi ketika kang Chandra menghubungi saya, eh langsung jadi. Saya sampaikan NU akan menjadi orang tua yang harus mampu mengayomi semuanya, dan tidak tertumpu pada satu partai saja,” ungkapnya.
NU telah berjuang di partai politik, tentunya akan mendorong kader-kader yang memiliki potensi, agar bisa memberi kontribusi untuk umat. Mudah-mudahan warga NU yang mau bergabung dan berkiprah di Partai Demokrat, karena menurutnya saat ini politik bukan lagi menjadi hal yang tabu.
“Saya titip Kepada kang Decand’s ini pertaruhan sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, ulah ngerakeun santri, karena tidak banyak santri yang menjadi pucuk pimpinan parpol. Kalo sebelumnya ada 6 kursi di DPRD, setelah di pegang santri kudu naik. Karena, nilai agama lebih elok di praktekan, tidak hanya dijadikan simbol apalagi dijadikan dagangan. Saya berharap Demokrat tidak menjual politik identitas, tetap selaras dengan spiritnya yakni nasionalis religius,” pungkasnya. (Iman R Hakim)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















