Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Reynaldi, menilai pentingnya masyarakat untuk menjadikan sungai sebagai sahabat. Sehingga bisa diikuti oleh semua pemerintah daerah, khususnya yang berdampingan dengan Kabupaten Bogor, seperti Kota Bekasi.

“Saya berharap semangat warga  Kabupaten Bogor, termasuk warga Bojongkulur, untuk mulai menjadi sahabat alam agar disambut daerah tetangga,”kata Reynaldi

Ditempat yang sama Kepala Desa Bojongkulur, Firman Riansyah, mengungkapkan bahwa pengelolaan dan pengembangan desa wisata di desanya mendapat dukungan Dana Desa (DD) sebesar  Rp100 juta untuk tahun anggaran 2022.

BACA JUGA :  Kisah Rafa Azka, Pendekar Cilik Asal Kota Bogor yang Borong Medali Emas Karate Nasional

Dia berharap dalam waktu dekat Bojongkulur yang dinyatakan sebagai desa wisata mendapat legalitas atau pengesahan Bupati Bogor.

“Di aliran Sungai Cikeas sudah dan akan kami lebih kembangkan spot-spot transit(singgah, red) di setiap dermaga wisata yang dibangun. Masing-masing dermaga akan memiliki keunikan masing-masing,”ucap Firman.

Masih kata Firman, dalam pengelolaannya, Desa Wisata Bojongkulur menjadi unit atau anak usaha  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bojongkulur. Melalui pencanangan desa wisata ini, Firman juga berharap dapat mengubah perilaku masyarakat dari yang tadinya menganggap sungai sebagai musibah menjadi sungai pembawah berkah ke depan.

BACA JUGA :  Kasus Anak Tewas Diterkam Anjing di Jasinga Masuki Babak Baru, Polisi Sebut Permohonan Damai Tak Hentikan Proses Hukum

“Kita harus ubah pola hidup masyarakat dan lingkungan. Desa Bojongkulur harus ramah, bersih, nyaman, sejuk. Bila wisatawan suka dengan lokasi wisata di desa kita, maka warga bisa menyediakan ‘homestay’ nantinya untuk tempat menginap wisatawan.”pungkasnya (Fadilah)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================