
Apakah area tersebut jalur zona merah atau hijau. Jika memang zona merah artinya harus adanya relokasi.
“Saya tidak mau lagi ada keinginan warga, padahal dari sisi kelayakan berbahaya, tidak usah ada keinginan warga tolong ke pak Kadis, karena kami ingin aman dan nyaman, kalau hidup ini sudah ada yang ngatur, tidak mungkin kita memindahkan ke tempat yang benar-benar terisolir dan kita akan menyelamatkan dulu dan relokasi berdasarkan kajian,” tegasnya.
Dengan demikian, Iwan berencana memberikan bantuan kepada masayarakat yang terdampak di dua kecamatan, dari mulai rumah rusak ringan hingga rusak berat, dengan rincian rumah rusak ringan dapat dibantu sebesar Rp5 juta.
Sedangkan untuk rumah rusak sedang Rp10 juta, dan rumah rusak berat sebesar Rp 25 juta. Sedangkan untuk warga yang direlokasi itu akan mendapatkan Rp62 juta.
Kemudian, terkait hunian tetap (huntap) Iwan belum bisa memastikan, namun pihaknya menyebut akan menyiapkan rumah sewa tanpa batas waktu yang tak ditentukan dengan harga relatif.
“Jadi kalau memang disewakan mereka akan nyaman, dan sudah membuat pernyataan dengan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) untuk sewa dan rehab, untuk relokasi sedang koordinasi mencari kalau ada tanah pemda silahkan dipakai. Kalau memang keinginan warga, kami sedang menyiapkan pagu huntap sebesar 60 juta, jadi sekarang jalanin dulu, type 36,” urai Iwan.
Iwan mengimbau kepada dinas terkait agar dapat menyampaikan kebutuhan masyarakat yang menjadi priotitas, seperti pampers, susu dan sebagainya.
Dikabarkan sebelumnya, banjir bandang dan tanah longsor menerjang dua desa di Barat Kabupaten Bogor, yakni Desa Purasari, Kecamatan Pamijahan dan Desa Cibunian, Kecamatan Leuwiliang, Rabu (22/6/2022).
Akibat bencana itu, tiga orang tewas. Banyak rumah warga rusak, serta akses jalan dan jembatan terputus.
Banjir bandang yang menerjang Desa Purasari akibat hujan dengan intensitas tinggi membuat sungai Cisarua meluap dan menyapu sebagian besar pemukiman yang ada di tepi sungai. (B. Supriyadi)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














