Plt Bupati Bogor
Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan meninjau lokasi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Senin (27/62/2022).

BOGOR-TODAY.COM, BOGORPlt Bupati Bogor, Iwan Setiawan meninjau lokasi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Senin (27/62/2022).

Menurutnya, berdasarkan keterangan Camat setempat terdapat kurang lebih 20 titik longsor yang tersebar menuju jalur Sukabumi dengan jarak sejauh 8 kilometer.

Dan itu, kata Iwan ada beberapa kendala yang perlu ditangani secara khusus yaitu, satu jembatan yang terputus sehingga PUPR untuk membuat jembatan sementara Bailey.

Sebab,  jalur tersebut merupakan akses para pegawai Chevron dan juga jalur angkutan barang yang strategis.

Sebagai informasi, jembatan Bailey adalah jembatan rangka baja pra-fabrikasi yang bersifat portabel.

Jembatan tipe ini dikembangkan pada periode 1940–1941 oleh militer Inggris selama Perang Dunia II dan digunakan oleh satuan teknisi militer Inggris, Kanada dan Amerika Serikat.

“Hasil peninjauan tadi saya ke Leuwiliang ke Desa Purasari di situ infrastruktur yang lumayan berat akses jalur ke Chevron dan jalur ke Sukabumi. Hari ini sedang dikerjakan oleh Pemda Bogor dari Dinas PUPR juga bantuan dari Chevron dan juga dari relawan untuk mengaktifkan jalur, “ ujar Iwan kepada wartawan.

Berdasarakan aturan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA), sambung Iwan, 15 meter dari bibir sungai itu tidak diperkenankan  untuk diubah fungsinya. Karena, jika air meluap akan berimbas terhadap masyarakat.

BACA JUGA :  Harga Honda CRF250 Series Naik, CRF250 Rally Kini Hampir Tembus Rp 100 Juta

“Ini terkadang batu diambil dan membuat keramba, jadi tolong camat, desa agar melarang karena dampak ini puluhan hektare sawah sangat terdampak dan cukup lumayan berat bagi petani,” ujarnya.

Iwan meminta tim mitigasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD untuk memetakan kajian disiplin ilmu bidang geologi.

Apakah area tersebut jalur zona merah atau hijau. Jika memang zona merah artinya harus adanya relokasi.

“Saya tidak mau lagi ada keinginan warga, padahal dari sisi kelayakan berbahaya, tidak usah ada keinginan warga tolong ke pak Kadis, karena kami ingin aman dan nyaman, kalau hidup ini sudah ada yang ngatur, tidak mungkin kita memindahkan ke tempat yang benar-benar terisolir dan kita akan menyelamatkan dulu dan relokasi berdasarkan kajian,” tegasnya.

Dengan demikian, Iwan berencana memberikan bantuan kepada masayarakat yang terdampak di dua kecamatan, dari mulai rumah rusak ringan hingga rusak berat, dengan rincian rumah rusak ringan dapat dibantu sebesar Rp5 juta.

Sedangkan untuk rumah rusak sedang Rp10 juta, dan rumah rusak berat sebesar Rp 25 juta. Sedangkan untuk warga yang direlokasi itu akan mendapatkan Rp62 juta.

BACA JUGA :  Kebiasaan Begadang Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak, Orang Tua Diminta Lebih Waspada

Kemudian, terkait hunian tetap (huntap) Iwan belum bisa memastikan, namun pihaknya menyebut akan menyiapkan rumah sewa tanpa batas waktu yang tak ditentukan dengan harga relatif.

“Jadi kalau memang disewakan mereka akan nyaman, dan sudah membuat pernyataan dengan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) untuk sewa dan rehab, untuk relokasi sedang koordinasi mencari kalau ada tanah pemda silahkan dipakai. Kalau memang keinginan warga, kami sedang menyiapkan pagu huntap sebesar 60 juta, jadi sekarang jalanin dulu, type 36,” urai Iwan.

Iwan mengimbau kepada dinas terkait agar dapat menyampaikan kebutuhan masyarakat yang menjadi priotitas, seperti pampers, susu dan sebagainya.

Dikabarkan sebelumnya, banjir bandang dan tanah longsor menerjang dua desa di Barat Kabupaten Bogor, yakni Desa Purasari, Kecamatan Pamijahan dan Desa Cibunian, Kecamatan Leuwiliang, Rabu  (22/6/2022).

Akibat bencana itu, tiga orang tewas. Banyak rumah warga rusak, serta akses jalan dan jembatan terputus.

Banjir bandang yang menerjang Desa Purasari akibat hujan dengan intensitas tinggi membuat sungai Cisarua meluap dan menyapu sebagian besar pemukiman yang ada di tepi sungai. (B. Supriyadi)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================