BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Pemkot Bogor membentuk Tim Pembangunan dan Pengembangan Percepatan Perkeretaapian untuk mewujudkan moda transportasi berbasis rel berupa Trem di Kota Hujan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Rudy Mashudi menyebut bahwa program trem masih dalam tahap progres dan baru-baru ini kick off untuk tim pembangunan dan pengembangan percepatan perkeretaapian.
“Ada tiga agenda yang menjadi fokus kerja tim, yakni aspek regulasi, teknis dan pembiayaan. Tim akan dibagi 3 pokja yang diketuai Bu sekda, Saya sebagai wakil ketua dan sekertaris Aspem. Untuk anggotanya, DPUPR, BKAD, Dishub dan kemarin hadir semua dalam rapat kick off tim,” ujar Rudy, belum lama ini.
Berkaitan dengan regulasi, kata Rudy, perda RTRW sebagai payung hukum utamanya telah selesai. Adapun saat ini Perda Transportasi on going proses di DPRD dengan harapan bisa dibahas dan rampung di Agustus 2022. “Kemudian ada hal terkait dengan pusat, sekarang ada review RITJ yang nanti kita masukkan trem sebagai bagian usulan Bogor.”
Selanjutnya untuk teknis meliputi perizinan penetapan trase trem. Namun, dirinya mengakui tim harus berpikir keras mengenai skema pembiayaan, lantaran hal tersebut tidak mungkin mengandalkan APBD Kota Bogor. Dengan kata lain Pemkot Bogor harus mengusulkan bantuan keuangan ke pemerintah pusat ataupun provinsi.
“Kebutuhannya (pembiayaan trem) sebesar Rp1,7 triliun. Sementara APBD Kota Bogor Rp2,5 sampai dengan 2,7 triliun saja,” kata Rudy.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















