“Contohnya, ketika ada anak terlambat sekolah tidak serta merta dihukum mengepel kamar mandi, tetapi ditanya apa yang membuatnya terlambat,” katanya. ”

Lalu, siswa diberi pemahaman bahwa konsekuensi dari datang terlambat adalah ketinggalan materi pelajaran. Jadi siswa diminta untuk mengejar ketertinggalannya itu,” tambahnya.

BACA JUGA :  Integrasikan 9 Klaster Peduli, DPPKB Kota Bogor Luncurkan Program Ketahanan Keluarga di Harganas 2026

Menurut Ferry, garis besarnya adalah ‘hukuman’ yang diberikan terkait dengan kesalahan yang dilakukan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Agra, orangtua siswa baru di Jambi menceritakan, anaknya saat ini alami trauma dan tidak mau berangkat sekolah.

BACA JUGA :  Prabowo Akui Kopdes Merah Putih Masih Banyak Kekurangan

“Anak saya trauma. Dia takut mau sekolah lagi. Saat mediasi di sekolah, anak saya dilarang ngomong,” beber Arga.

Arga berharap peristiwa pengeroyokan itu diselesaikan dengan tuntas. Sehingga peristiwa serupa tidak terjadi di masa mendatang. –(Net).

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================