
“Camat harus mencari solusi, dimana empat desa harus bisa duduk bersama, karena pengangkutannya butuh solar dan lainnya, karena yang membuang sampah tidak hanya satu desa,” ungkapnya.
Di sisi lain, permasalahan itu sempat membuat geram Ketua Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Jasinga Alpin Aravly.
Alpin menilai, diskusi tersebut hanya berkutat hanya terkait retribusi. Sedangkan di sisi lain ada hal yang harus lebih diperhatikan. (Didin/CR)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















