
Begitu juga Zahra (tiga), Suirat (27), Fatiroh (30), Aqila (lima), Tisya (delapan), Dinar Aprilia Putri (enam), Muhammad Dzikri (enam), Saki (67), Bilqis Meisya Putri (empat), Iin (tiga) dan Ismi (empat). Penumpang yang mengalami kecelakaan odong-odong warga Kampung Cibetik RT003/10, Kecamatan Walantaka, Kabupaten Serang, Banten.
Terpisah, Wali Kota Serang Syafrudin mengintruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam mengevaluasi operasional odong-odong.
“Saya meminta untuk Dishub melakukan evaluasi soal operasional odong-odong di wilayah Kota Serang,” ucap Syafrudin. Syafrudin menyampaikan dukacita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya korban kecelakaan odong-odong yang tertabrak kereta api.
“Saya atas nama pribadi maupun pemkot turut berdukacita atas peristiwa yang menimpa warga Kota Serang,” katanya. Dia mengatakan pihaknya akan memberikan bantuan pemulasaraan jenazah sembilan orang korban.
“Kami juga akan melakukan koordinasi dengan pihak Jasa Raharja untuk pemberian santunan kepada keluarga korban sebesar Rp 50 juta,” ujarnya. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















