
“Saya kira kecelakaan itu dipastikan pengemudi odong-odong mengabaikan permintaan penumpang,” kata Aris (30), warga Desa Cibetik, Kecamatan Walantaka, Serang saat ditemui RSUD dr Dradjat Prawiranegara.
Dikatakannya, penumpang sudah mengingatkan pengemudi odong-odong agar tidak mengebut itu dari keponakanya yang selamat dari kecelakaan maut itu. Penumpang odong-odong, termasuk yang meninggal, semuanya warga RT009 Desa Cibetik.
- Sopir Loncat Selamatkan Diri
Salah seorang warga, Agus menceritakan, kecelakaan terjadi sangat cepat. Saat itu dia berada di dalam rumah dan mendengar suara benturan. Seketika dia keluar rumah dan telah mendapati sebuah odong-odong tertabrak dengan korban bergelimpangan di sekitar tempat kejadian.
“Tapi informasi yang saya dapat, ketika itu odong-odong akan melintas di jalan ini. Mungkin dia tidak mendengar ada suara kereta. Tapi karena sudah terlalu dekat, sopir tak bisa mengendalikan dan dia loncat. Sedangkan odong-odong jalan sendiri dan tertabrak bagian ekornya,” katanya.
- Suara Musik Kencang
Masih dari keterangan Agus, kemungkinan sopir tidak bisa mendengar ketika ada kereta api akan melintas karena musik yang diputar.
“Biasanya kan odong odong ini menyalakan musik. Jadi mungkin sopirnya enggak dengar ada kereta api,” jelas dia. (Net).
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















