
“Make-up nya juga di pesawat,” ucapnya tersipu.
Salmah mengaku bersyukur bersama suami bisa sampai ke Tanah Suci. Dia juga bahagia, seluruh ibadah berjalan lancar selama di Tanah Suci. Ditambah lagi, bisa kembali ke rumah dalam keadaan sehat.
“Tentu senang mau pulang, tapi ada rasa sedih juga akan meninggalkan kota Rasulullah. Sudah bertahun-tahun rindu melihat makam Rasulullah, lalu ke sini dan sekarang tahunya sudah harus pulang,” ungkapnya.
Kasmah (51), jemaah asal Kolaka mengaku sudah mempersiapkan baju kain renda yang akan dipakai ketika pesawat akan mendarat di Makassar. Baju itu akan terus dipakai, hingga dia sampai ke rumah. Dia membawa baju renda berwarna kuning tua, juga kerudung dari brokat panjang.
“Ini menjadi ciri khas orang Bugis, tapi tidak dipakai di sini. Ini sudah ada sejak dari orang tua kita dari dulu,” katanya.
Hasbiah pun demikian. Jubah kabe warna emas dipadu tutup kepala merah menyala sudah dipersiapkan ke kampungnya di Kolaka. Meski tak bisa menjelaskan awal mula tradisi ini, dia hanya ingat pesan dari orangtuanya.
“Pesan orang tua pakai tradisi ini sebagai penanda orang yang baru pulang haji. Sudah beda kan dengan sebelumnya,” tutup Hasbiah malu-malu. –(Net).
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















