BOGOR-TODAY.COM, BUGIS – Menunaikan rukun Islam kelima adalah impian semua umat Islam dari berbagai belahan dunia. Tidak terkecuali Indonesia. Maka sungguh bahagia, ketika panggilan itu nyata di depan mata.

Ragam cara ditunjukkan jemaah sebagai penanda tunai berhaji. Seperti dilakukan sejumlah jamaah haji asal Bugis, Sulawesi Selatan.

Sejak dari Tanah Air, jamaah wanita membawa baju berbentuk jubah mewah dan songkok. Kian menarik karena corak dan warnanya yang mencolok.

Nantinya, ketika mendarat di Tanah Air, jamaah akan menambah polesan make up di wajah mereka agar semakin mempesona. Tidak ada nama pasti soal tradisi ini. Tetapi telah turun temurun dilakukan pendahulu mereka yang pergi haji dan akan pulang ke kampung halaman.

“Ini tradisi orang Bugis. Tidak semua orangkan bisa ke haji makanya ketika pulang ke Tanah Air dalam keadaan sehat dan selamat, kita pakai begini, selain ingin tampil beda, rasa syukur karena sehat,” kata Salmah (56) jemaah asal kloter UPG 7, saat ditemui tim Media Center Haji (MCH) 2022, di Madinah.

BACA JUGA :  Kumpulan Doa Agar Hutang Cepat Lunas dan Rezeki Lancar, Amalkan dengan Ikhtiar

Salmah merinci apa-apa yang dia pakai. Yakni taliti berbentuk topi penutup kepala. Di atasnya ada kain kerudung menutup topi disebut Mispah dan kain berbentuk jubah disebut Kabe. Tak lupa perhiasan berupa gelang, anting dan kalung melengkapi penampilan cantik mereka. Bahkan untuk sang suami, juga akan memakai baju gamis dan memakai sorban layaknya pria Arab berpakaian.

“Kadang kita tambah kacamata. Dengan begini, ketika turun pesawat keluarga sudah lihat itu orang tua kita,” katanya sambil tersenyum.

Ibu Salmah sengaja membeli khusus baju yang akan dipakainya menuju ke rumah sejak dari Makassar. Katanya, baju akan diganti ketika pesawat akan mendekati landing.

“Make-up nya juga di pesawat,” ucapnya tersipu.

Salmah mengaku bersyukur bersama suami bisa sampai ke Tanah Suci. Dia juga bahagia, seluruh ibadah berjalan lancar selama di Tanah Suci. Ditambah lagi, bisa kembali ke rumah dalam keadaan sehat.

“Tentu senang mau pulang, tapi ada rasa sedih juga akan meninggalkan kota Rasulullah. Sudah bertahun-tahun rindu melihat makam Rasulullah, lalu ke sini dan sekarang tahunya sudah harus pulang,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Ubah Kebiasaan Makan Siang, Risiko Tekanan Darah Tinggi Bisa Berkurang

Kasmah (51), jemaah asal Kolaka mengaku sudah mempersiapkan baju kain renda yang akan dipakai ketika pesawat akan mendarat di Makassar. Baju itu akan terus dipakai, hingga dia sampai ke rumah. Dia membawa baju renda berwarna kuning tua, juga kerudung dari brokat panjang.

“Ini menjadi ciri khas orang Bugis, tapi tidak dipakai di sini. Ini sudah ada sejak dari orang tua kita dari dulu,” katanya.

Hasbiah pun demikian. Jubah kabe warna emas dipadu tutup kepala merah menyala sudah dipersiapkan ke kampungnya di Kolaka. Meski tak bisa menjelaskan awal mula tradisi ini, dia hanya ingat pesan dari orangtuanya.

“Pesan orang tua pakai tradisi ini sebagai penanda orang yang baru pulang haji. Sudah beda kan dengan sebelumnya,” tutup Hasbiah malu-malu. –(Net).

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================