44 Penyandang Difabel
Salah satu penyandang difabel diedukasi tentang hewan ternak di Ekowisata, Sekolah Vokasi IPB, Kota Bogor, Minggu (29/8/2022).

BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Yayasan Rumah Kedua berkolaborasi dengan Dinas Sosial Kota Bogor menggelar rangkaian kegiatan seperti pemeriksaan kesehatan, pengkinian data bantuan, wisata bus Unchal, edukasi gizi, serta santunan, di Ekowisata, Sekolah Vokasi IPB, Kota Bogor, Minggu (29/8/2022).

Ketua Yayasan Rumah Kedua, Dewi Puspasari kegiatan sosial tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap tumbuh kembang anak difabel yang rutin dilakukan setiap dua bulan sekali.

“Kegiatan ini dihadiri sedikitnya 44 penyandang difabel bersama pelaku rawat atau orangtua. Mereka bermain dengan hewan ternak, belajar memasak sesuai kebutuhan gizi anak, dan jalan-jalan keliling Bogor dengan Bis Unchal,” terang Dewi.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim dalam sambutannya mengungkapkan bahwa tidak semua persoalan sosial di masyarakat ini bisa ditanggung oleh pemerintah. Oleh karena itu, dengan adanya Yayasan Rumah Kedua ini setidaknya bisa menyelesaikan setengah persoalan pemerintah.

Tak hanya itu, Dedie juga menegaskan tidak semua urusan kemiskinan itu dikaitkan dengan sembako, tetapi ada hal lain yang harus dibangun, seperti mentalitas.

BACA JUGA :  BKN Tegaskan Poster CPNS 2026 yang Beredar di Medsos adalah Hoaks

“Jadi mentalitas harus dibangun, meskipun banyak cobaan dan tantangan tetapi tidak mudah menyerah. Bagaimana mengedukasi kemudian memotivasi seluruh masyarakat untuk bisa mencari solusi alternatif, jangan kemudian semuanya menggantungkan diri kepada pemerintah,” ungkap Dedie.

Di lokasi yang sama, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor, Ana Ismawati mengatakan dengan kegiatan tersebut tentunya DP3A Kota Bogor mengapresiasi Rumah Kedua yang ahli terhadap persoalan anak dan perempuan. Kata Ana, apa yang dilakukan Yayasan Rumah Kedua adalah suatu bentuk perlindungan khusus bagi anak-anak penyandang disabilitas.

Terutama, sambung Ana Rumah Kedua memberikan kesempatan bagi orangtua anak untuk mendapatkan layanan kesehatan, tetapi juga memfasilitasi kebutuhannya untuk bersosialisasi dan berekreasi.

“Ini saya rasa perlu terus dikembangkan karena tidak saja untuk anaknya, tetapi juga untuk orangtua, dimana sebagai pelaku rawat harus terus menjaga kesehatan mentalnya, dan mengedukasi pengasuhan anak disabilitas, ini perlu kita dorong,” paparnya.

BACA JUGA :  Kanker Payudara pada Pria: Jarang, tapi Nyata dan Sama Berbahayanya

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kota Bogor, Tini Sri Agustini turut mendukung kegiatan Rumah Kedua itu. Sebab, menurut Tini anak difabel itu merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah. Maka pemerintah harus hadir manakala menghadapi masyarakat ataupun warganya yang memiliki kelainan fisik (disabilitas), karena anak ini merupakan titipan Allah, sehingga semua hak anak penyandang disabilitas maupun tidak itu harus terpenuhi. Apalagi Kota Bogor ingin menjaga keberhasilannya mewujudkan kota layak anak.

“Apalagi disabilitas ini bukan saja merupakan tugas tanggung jawab sebagian orang, tidak hanya orang tuanya saja, tapi tanggung jawab pemerintah harus hadir. Mudah-mudahan dapat meringankan beban orangtua juga keluarganya,” tukasnya. (Aditya)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================