
BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Temu Pendidik Nusantara (TPN) kembali digelar untuk yang kesembilan. Pada tahun 2022 ini, TPN digelar di SMP Lazuardi Al-Falah, Margonda, Depok, Minggu (28/08/2022) dan diikuti peserta dari berbagai daerah.
Ketua Temu Pendidik Nusantara Daerah (TPND) Kota Bogor dan Depok Aldi Yudawan menyebut kegiatan ini diikuti lebih dari 50 peserta TPND Kota Bogor dan Depok dengan tujuan untuk belajar bersama.
“Berani mengajar harus berani untuk mau belajar. Dan sesuai dengan semangat kurikulum merdeka, belajar tidak harus dari profesor atau ahli yang sudah berpengalaman lama. Belajar dari sesama guru dengan membagi praktik baiknya merupakan pembelajaran yang pastinya bermanfaat dalam praktik kita sebagai seorang pendidik,”ujar Aldi.
Aldi yang juga menjabat sebagai ketua Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Bogor menuturkan bahwa sebelum dimulai kegiatan, rangkaian TPND dibuka oleh penampilan dari siswa-siswi SMP Lazuardi Al -Falah Depok dengan pertunjukan biola.
TPND juga dimeriahkan oleh pameran karya siswa-siswa dari SDS Global Mandiri Cibubur.
“Mereka mempresentasikan diorama sistem irigasi. Ada juga yang mempresentasikan sirkuit listrik seri dan paralel,”tambahnya
Selain itu, siswa-siswi SMP Lazuardi Al-Falah Depok juga memamerkan projek “Magobox”, yaitu kampanye ajakan mengolah sampah organik.
“Memberikan ruang seluas-luasnya kepada siswa-siswi untuk memamerkan dan mempresentasikan talenta maupun hasil karyanya merupakan salah satu upaya kami menciptakan pemuda Pancasila yang merdeka belajar,” terang Aldi.
TPN sembilan kali ini, sambung Aldi diisi oleh 13 pembicara yang terbagi dari dua kelompok kelas, yaitu kelas kemerdekaan dan kelas kompetensi.
Aldi memaparkan, dalam kelas kemerdekaan ada salah satu pembicara tuna rungu, bernama Annisa Anggraini. Dengan keterbatasannya, tidak menghalanginya untuk berbagi praktik.
“Ia berbagi mengenai diferensiasi IPS dengan modifikasi kurikulum. Selain itu, banyak pembicara-pembicara lain yang bersedia berbagi praktik baik yang sangat menarik disimak dan pastinya bermanfaat,”lanjutnya.
Sebagai informasi, dari 13 pembicara itu di antarnya Ida Parida dengan materi ujian sekolah berbasis, Arifin Stiker Pantun Ramadhan, Muhammad, Ariefin Asesmen Formatif dalam game-based learning melalui aplikasi Quizizz, Trisno Widodo mengubah sekolah biasa menjadi luar biasa.
Sulistiowarti kemerdekaan belajar, Ninik Febriani kelas kemerdekaan, Sholahuddin Ayubi tingkatkan interkasi peserta didik dengan pembelajaran VIBaL (Viral Issues Based Learning), Pingke Purnamasari wawancara kantin sekolah untuk mempersiapkan wirausahawan.
Kemudian, pada kelas kompetensi, terdapat empat pembicara, yaitu: Oktavia Wuri, mengembangkan program pengembangan sekolah/madrasah merdeka belajar, Aldi Yudawan, menerapkan pembelajaran berbasis proyek, mengembangkan program pengembangan sekolah/Madrasah Merdeka Belajar, dan Trisno Widodo, mengembangkan budaya sekolah/madrasah merdeka belajar.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberi kebebasan memilih kelas yang mereka ikuti sesuai dengan kebutuhannya. Dan disetiap akhir sesi, peserta menuliskan refleksi hari dari mengikuti sesi tersebut. (Fadilah)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














