Bagi IPPI, solusi yang nyata dalam pencegahan penularan HIV/AIDS adalah dengan menggalakkan tersedianya pendidikan kesehatan seksual reproduksi dan pencegahan kekerasan berbasis gender kepada seluruh masyarakat Indonesia. Mulai dari remaja sekolah sampai kepada lingkaran sosial yang sudah ada di masyarakat seperti karang taruna, pertemuan PKK, ataupun posyandu.

“Harusnya negara mendorong semua anak dan remaja untuk menempuh pendidikan atau mendapatkan aktivitas serta haknya sebagai pribadi dan individu untuk berkembang dan maju, bukannya malah didorong untuk menikah muda hanya karena dianggap sudah kebelet,” ucap dia.

Kementerian Kesehatan, sambung Ayu, dengan jelas memberikan cara dan upaya yang nyata untuk mencegah HIV/AIDS dengan abstinece, yakni tidak melakukan hubungan seks sama sekali. Kemudian be faithfull atau setia dengan pasangan, lalu use condoms, jika dihadapkan pada risiko tetap menggunakan pengaman.

Hujatan netizen

Pernyataan Uu soal poligami juga panen hujatan netizen. Hal ini tampak dari sejumlah komen di postingan akun Instagram Uu, @ruzhanul.  Salah satunya akun Instagram @arderiana yang mengatakan,

BACA JUGA :  Benjolan di Ketiak Jangan Diabaikan, Kenali Penyebab dan Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai

“Halo, Pak Uu. Agar perempuan Jabar tidak kena HIV/AIDS solusinya adalah MENIKAH dan POLIGAMI? Sedihnya jadi perempuan di Jabar,” ujar @arderiana.

Akun lainnya, @renaldilatif bahkan mengaitkan perkataan Uu soal poligami dengan pernyataan yang sebelumnya sempat viral terkait kasus perundungan siswa SD di Tasikmalaya. “Gk kapok kapok ni pak wagub, baru aja kemaren viral gara gara statemen ngaco pas kasus bullyng tasik, eh sekarang ngeluarin statemen ngaco lagi tentang solusi penyebaran HIV,” tulis akun @renaldilatif.

Ridwan Kamil tak sependapat Bahkan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga tak sependapat dengan pernyataan Uu. Emil, sapaan Ridwan Kamil mengatakan, Pemprov Jabar telah melakukan beragam program dan agenda untuk mendeteksi dan menangani masalah HIV/AIDS di Jabar, dan telah dilaksanakan secara progresif.

“Dan pendapat pribadi Pak Wagub Uu Ruzhanul Ulum terkait poligami sebagai solusi, saya pribadi tidak sependapat,” ujar Emil, dikutip dari akun Instagramnya, @ridwankamil.

BACA JUGA :  Kemdiktisaintek Siapkan Bantuan Operasional untuk Perguruan Tinggi Swasta, DPR Beri Dukungan Penuh

Adapun kegiatan yang sudah dilakukan Pemprov Jabar, di antaranya melakukan skrining dini tes HIV pada populasi kunci, ibu hamil pasien TB, warga binaan pemasyarakatan (WBP) di layanan maupun secara mobile. Pemda juga melakukan perluasan layanan konseling tes HIV, perawatan dukungan, dan pengobatan.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyebutkan, solusi untuk menekan terus meningkatnya angka penyebaran penyakit HIV/AIDS adalah menikah dan berpoligami. Hal itu menanggapi fakta di Bandung seusai Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) membeberkan fakta bahwa dari 5.943 kasus positif HIV di Bandung selama periode 1991-2021, sebanyak 11 persennya adalah ibu rumah rangga (IRT).

“Daripada terkena penyakit itu, menurut saya, solusi menekan angka penyebaran HIV/AIDS adalah menikah bagi anak-anak muda dan berpoligami bagi yang sudah nikah,” jelas Uu lewat pesan singkat, Selasa (30/8/2022). –(Net).

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================