
Laura Manning, ahli gizi terdaftar di departemen gastroenterologi di Mount Sinai Medical Center, New York, AS menganjurkan individu untuk berjalan setelah makan. Berjalan kaki setelah makan membantu tubuh mencerna makanan tanpa adanya rasa tidak nyaman. Olahraga juga membantu mempercepat transit usus dan membantu kita lebih sering buang air besar.
3. Intoleransi makanan
Penyakit celiac atau intoleransi gluten, serta intoleransi susu termasuk salah satu penyebab perut kembung, menurut ahli gastroenterologi Dr Chad Gonzales. Perut kembung, kata dia, biasa dialami pasien yang intoleran terhadap produk susu, fruktosa (sirup jagung fruktosa tinggi), dan atau pemanis buatan.
- Stres
Ashkan Farhadi, MD, ahli gastroenterologi di MemorialCare Orange Coast Medical Center di Fountain Valley, California, AS mengatakan, usus terhubung secara dua arah ke sistem saraf pusat melalui sumbu otak-usus.
Ketika kita stres, maka hal itu dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di perut dan hipersensitivitas.
- Makan makanan yang mengandung pati
Makanan yang mengandung pati, seperti kacang-kacangan, polong-polongan dan roti membantu kita merasa kenyang lebih lama. Namun disampaikan Hoffman, makanan tersebut juga bisa memicu perut kembung.
Terkadang masalah pencernaan seperti kembung dan kram bisa diakibatkan kebiasaan kita makan terlalu banyak. Meski demikian, tidak jarang perut kembung terjadi secara tiba-tiba saat kita menerapkan diet sehat. Jika kita menyadari ada perubahan drastis pada berat badan, atau perubahan mekanisme usus, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















