BOGOR-TODAY.COM, JAKARTA – Demo tolak kenaikan harga BBM oleh Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Jakarta Selatan di Kawasan Patung Kuda atau Patung Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, Senin (5/9/2022).

Jundil Waemase, Koordinator aksi HMI cabang Jakarta Selatan mengatakan setidaknya ada tiga tuntutan yang disuarakan pada demo kali ini.

“Pertama, mendesak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo agar segera menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi,” ujar Jundil di Patung Kuda, Senin.

Selanjutnya, HMI cabang Jakarta Selatan meminta Presiden Republik Indonesia untuk segera mencopot Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrin, dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

BACA JUGA :  Fajar/Fikri Tantang Wakil Korea di Final Singapore Open 2026

“Terakhir, kami mengajak kepada mahasiswa, pemuda dan seluruh elemen masyarakat untuk terus menyuarakan tolak kenaikan harga BBM bersubsidi,” ungkapnya.

Menurut Jundil, naiknya harga BBM akan berdampak kepada seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali masyarakat kalangan menengah ke atas. Kenaikan harga BBM dikhawatirkan menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa, lambatnya laju pertumbuhan ekonomi, dan terjadinya inflasi. Jundil kemudian meminta Pemerintah Pusat untuk mengintervensi kenaikan harga barang di pasaran.

BACA JUGA :  Indonesia Kehilangan Dua Wakil di Hari Kedua Indonesia Open 2026, Jepang Terlalu Tangguh

“Pemerintah harus taat dan patuh terhadap Pembukaan Undang-undang Dasar (UUD) 1945 alinea ke-4 yang menyebutkan ‘memajukan kesejahteraan umum’ agar terwujudnya sila ke-5 dalam Pancasila yaitu ‘Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia'” ucap Jundil.

“Maka dapat kami simpulkan bahwa naiknya harga BBM dapat menyebabkan gangguan dalam proses kegiatan perekonomian. Mulai dari pekerja dibidang trasnportasi seperti sopir ojek online, para pelaku UMKM dan lainnya,” sambung dia. –(Net).

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================