Berawal dari hobi bersepeda,
Deny Hestiningrum warga Gunung Putri, Kabupaten Bogor menunjukan hasil kreativitasnya dari mengolah bambu menjadi sebuah sepeda di bengkelnya yang berlokasi di Jalan Raya Bojong Nangka, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gujungputri, Kabupaten Bogor. Foto : Fadilah/bogor-today.com

BOGOR-TODAY.COM, BOGORBerawal dari hobi bersepeda, Deny Hestiningrum warga Gunung Putri, Kabupaten Bogor mengembangkan kreativitasnya untuk mengolah bambu menjadi sebuah sepeda.

Di bengkelnya yang berlokasi di Jalan Raya Bojong Nangka, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gujungputri,  Kabupaten Bogor tiga jenis sepeda berbahan bambu gombong itu dirakit.

Berawal dari hobi bersepeda,

Pemilik Arana Bike, Deny Hestiningrum menjelaskan bahwa Arana Bike berdiri sejak tahun 2020 silam dan baru dilaunching pada pertengahan tahun 2021.

“Sebelumnya kami sudah membuat produknya dari tahun 2020 tetapi masih ada penelitian dan ujicoba trail and reror,” ujar Deny kepada bogor-today.com, Kamis (08/09/2022).

Berawal dari hobi bersepeda,
Deny Hestiningrum warga Gunung Putri, Kabupaten Bogor menunjukan hasil kreativitasnya dari mengolah bambu menjadi sebuah sepeda di bengkelnya yang berlokasi di Jalan Raya Bojong Nangka, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gujungputri, Kabupaten Bogor. Foto : Fadilah/bogor-today.com

Pada Tahun  2021 itu Arana Bike mendapatkan izin laboratorium untuk kekuatan dan uji lelah berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Setelah itu barulah dilaunching produk Arana Bike.

BACA JUGA :  Kemensos Usulkan Lansia dan Disabilitas Masuk Program MBG

Deny mengaku, Arana Bike sudah membuat tiga tipe sepeda, yaitu Komodo Gravel atau Touring, Lereng Bambu Minilevo dan Belo Balance Bike.

Berawal dari hobi bersepeda,

Untuk produk terbarunya di tahun 2022 ini, Arana Bike memproduksi sepeda Belo Balance Bike untuk anak usia 3 hingga 5 tahun.

“Jadi produk baru kami balance bike di khususkan untuk anak- anak yang masih melatih keseimbangan,”ujarnya.

Desain rangka sepeda buatan Arana ini berbeda dari produk sepeda pada umumnya, di arana bike tergolong unik yaitu berbentuk hexagonal atau segi enam.

“Desain rangkanya hexagonal untuk dapat geometrinya, kekuatannya, dan kenyamanannya untuk bisa meredam getaran,”katanya.

Untuk proses pembuatan kerangka bambu siap dirakit menjadi full bike tergolong tidak mudah dan bisa memakan waktu yang cukup lama atau sekitar dua minggu dihitung dari kesiapan bahan baku.

BACA JUGA :  HGB Kedaluwarsa Sejak 2017, Petani Geruduk BPN Kabupaten Bogor

Berawal dari hobi bersepeda,

” Sebelum dirakit ada proses lagi treatment atau perlakuan proses pengawetan bambu selama dua minggu, setelah bambu diawetkan dan  dilaminasi barulah sampai proses finishing,” kata Deny

Sepeda bambu tersebut dijual dengan harga Rp1 juta hingga Rp26 juta per sepeda, sesuai dengan pesanan serta tingkat kerumitan. Untuk pemasarannya, Deny memanfaatkan komunitas serta media sosial dan baru sebatas daerah di Pulau Jawa.

Deny berharap sepeda bambu ini bisa untuk diekspor. Sebab, sepepda bambu ini menjadi salah satu potensi untuk bisa di ekspor. (Fadilah)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================