Dalam kesempatan itu, Tambunan berharap kepada Riswanto untuk insyaf dengan melakukan pendekatan dan bermaaf-maafan karena tujuan berdagang adalah untuk mencari nafkah, bukan mencari musuh.

“Kalau tujuannya adalah untuk mencari nafkah, ya sudah berbaik baikan lah dengan teman teman paguyuban,” pesan Tambunan.

Pihaknya juga menyinggung pernyataan Patma di media sosial yang menuding adanya pungutan liar (Pungli). Menurutnya, pernyataan tersebut tanpa bukti dan telah melanggar UU ITE.

BACA JUGA :  Tiga Toko Miras Ilegal di Cileungsi Bogor Diganyang Satpol PP

Sementara itu, Krisniati dan Eem, pedagang Pasar Mawar yang kembali berjualan di kawasan eks Presiden Theatre mengaku tidak ada paksaan ataupun ancaman yang dialami.

“Tidak ada yang menghalang halangi,” kata mereka.

BACA JUGA :  Kenapa Banyak Orang Tidak Merasa Lapar di Pagi Hari? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Dirinya mengaku kembali pindah di eks kawasan Presiden Theatre karena di Pasar Mawar tidak ada pembeli. Lokasi tersebut dinilai tidak layak menjadi pasar karena tidak ada parkir dan menjadi “jalan mati” yang tidak dilewati angkutan umum. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================