
Diabetes merupakan faktor risiko lain untuk kanker rahim.
- Konsultasi untuk memakai terapi hormon
Biasanya terapi hormon estrogen dilakukan untuk mengatasi gejala menopause.
Obat terapi ini tersedia dalam berbagai bentuk, meliputi pil, skin patch, suntikan, krim, dan cincin vagina.
Jika Anda berpikir untuk menggunakan estrogen untuk gejala menopause, tanyakan kepada dokter Anda tentang bagaimana hal itu akan memengaruhi risiko kanker rahim.
Progestin (obat mirip progesteron) dapat mengurangi risiko kanker rahim pada wanita yang menggunakan terapi estrogen, tetapi kombinasi keduanya meningkatkan risiko kanker payudara.
Jika Anda masih memiliki rahim dan sedang menjalani terapi estrogen, diskusikanlah dengan dokter Anda tentang risiko kanker rahim. Sebisa mungkin mengambil pilihan untuk mencegah kanker rahim.
Pengangkatan rahim untuk wanita dengan HNPCC Wanita dengan kanker usus besar nonpolyposis herediter (HNPCC atau sindrom Lynch) memiliki risiko yang sangat tinggi terkena kanker rahim.
Kebanyakan ahli merekomendasikan wanita dengan HNPCC untuk melakukan pengangkatan rahim, ovarium, dan saluran tuba (histerektomi dan salpingo-ooforektomi bilateral), setelah dia selesai memiliki anak.
Itu sebagai cara untuk mencegah kanker rahim terjadi.
- Mengelola berbagai penyakit
Mengutip Cancer.net, sejumlah penyakit merupakan faktor risiko kanker rahim. Sehingga, para wanita harus mengelolanya sebagai cara mencegah kanker rahim.
Wanita berisiko lebih tinggi mengalami kanker rahim, jika mereka memiliki diabetes tipe 2.
Sementara, diabetes tiper 2 terkait dengan obesitas. Wanita yang pernah menderita kanker payudara, kanker usus besar, atau kanker ovarium juga berisiko lebih tinggi mengalami kanker rahim.
Terapi radiasi untuk penyakit kanker tersebut menambahkan risiko. Apalagi terapi radiasi dilakukan di daerah panggul, yang merupakan bagian bawah perut di antara tulang pinggul.
Ini memiliki peningkatan risiko kanker rahim.
Jadi penting mengenali gejala kanker rahim sebagai cara lain untuk melindungi diri Anda dari penyakit ini.
Jika Anda memiliki gejalanya, segera mencari bantuan medis untuk mengobatinya dan menghentikan perkembangannya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















