Gara – gara korupsi, jalan-jalan jadi rusak, harusnya jalan-jalan tersebut mulus, sehingga banyak terjadi kecelakaan yang menyebabkan kematian.

Jalan rusak juga menyebabkan perjalanan kita jadi tidak nyaman dan macet. Jelas ini juga berhubungan dengan produktivitas kita jadi menurun.

Dan masih banyak lagi akibat dari adanya korupsi yang membuat rakyat semakin menderita, seperti jembatan runtuh, gedung roboh karena kualitasnya jelek, akibat dananya diembat para koruptor.

BACA JUGA :  Nadiem Makarim Sampaikan Pledoi di Sidang Kasus Chromebook, Tegaskan Tidak Terlibat Kebijakan Pengadaan

Saatnya para pemimpin dan para pejabat untuk menerapkan sila ke 2 dari Pancasila yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab. Sekali lagi kata beradab (adab) pada sila ke 2 ini kurang terkenal, kita kebanyakan berfokus pada kata kemanusiaan dan kata adil.

Pengertian adab adalah norma atau aturan mengenai sopan santun berdasarkan aturan agama. Di Pondok Pesantren (Ponpes) termasuk di sekolah saya yaitu Sekolah Pesat sebelum belajar ilmu, kita diwajibkan dulu belajar adab.

BACA JUGA :  Hari Lahir Pancasila, Ketua DPRD Bogor Ajak Warga Jaga Persatuan

Orang beradab pasti berilmu, sedang orang berilmu belum tentu punya adab, terbukti banyak koruptor yang terdiri dari orang pintar (berilmu) dari yang bergelar sarajana, master, doktor bahkan professor.

Karena para koruptor ini tidak punya adab, maka mereka pada nyolong uang rakyat. Jayalah Indonesiaku. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================