Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati Pendidikan Kota Bogor)

GUBERNUR Papua Lukas Enembe yang menjadi tersangka kasus korupsi KPK, di sela-sela perjalanan saat menjalani pengobatan, malah berjudi di sejumlah kasino luar negeri.

Pengacaranya, Aloysius Renwarin, mengatakan, Ketika dia (Lukas Enembe, red) sakit, dia cari hiburan, seperti main judi di Singapura. Ketika dia sakit refreshing.

Judi yang jelas-jelas haram dan juga dilarang oleh pemerintah kok dianggap hiburan dan refreshing. Lama-lama nanti prostitusi juga dianggap cari hiburan dan refreshing. Nanti juga minum miras gak apa-apa asal tidak mabuk.

Baca Juga :  Gempa Tektonik Magnitudo 3,1 Guncang Wilayah Bogor, BMKG Imbau Masyarakat Tetap Tenang

Nanti zina juga dianggap hal biasa karena suka sama suka, Pacaranpun dianggap sebagai gaya hidup, padahal pacaran itu mendekati perzinahan. Bukankah agama kita melarang untuk mendekati perzinahan.

Pacaran itu boleh jika sudah nikah, selama ini memang salah kaprah, pacaran dulu baru menikah. Padahal yang benar itu, taaruf (perkenalan) dulu baru menikah.

Jelas berbeda antara pacaran dengan taaruf. Taaruf itu tidak boleh berduaan, harus ada pihak ketiga, apalagi lebih dari itu ya gak boleh, gaes.

Baca Juga :  PBB Mobile dan Bogor Pain Center Jadi Dua Inovasi Unggulan Kabupaten Bogor

Korupsi nanti dianggap strategi untuk menambah penghasilan…astaghfirullah, benar-benar jaman sudah edan dan akhir jaman.

Padahal menurut penulis korupsi adalah termasuk kejahatan yang merusak sendi-sendi kemanusiaan dan yang menjadi korban adalah rakyat. Korupsi juga menyebabkan keperyaan rakyat terhadap pemerintah jadi turun.