Sebagai yayasan berbadan sosial pihaknya merangkul 218 anggota di Kota dan Kabupaten Bogor untuk mengejar kemandirian anak dengan rutin melakukan terapi berbiaya terjangkau atau sekali terapi hanya membayar Rp 30 ribu saja.

“Secara rutin kami juga mengadakan kegiatan hydrotherapy, kegiatan sosial dan seminar demi meningkatkan kesadaran dan menginspirasi aksi Cerebral Palsy dan menjadikan Bogor sebagai tempat yang mudah diakses,” jelasnya.

BACA JUGA :  Apa Itu Soft Spoken? Mengenal Arti dan Ciri-ciri Kepribadian yang Lembut dan Menenangkan

Disamping itu, dukungan dan peran aktif dari instansi pemerintah, swasta dan masyarakat sangat dibutuhkan anak-anak Cerebral Palsy. Mulai dari pengadaan alat bantu anak, kebutuhan sehari-hari (sembako), biaya pendidikan serta kegiatan usaha untuk meringankan orang tua dari sisi ekonomi dan bekal anak melatih mandiri mengingat anak-anak penyandang Cerebral Palsy didominasi keluarga tidak mampu.

BACA JUGA :  Unggul Medali Perak, Kontingen Pencak Silat Kota Bogor Sabet Juara Umum Popwilda I Jabar 2026

“Kami juga berharap Pemerintah Kota Bogor bisa mendirikan Sekolah Luar Biasa (SLB) khusus anak-anak Cerebral Palsy, karena mereka juga perlu belajar. Di Jakarta dan Solo sudah ada SLB D (Tuna Daksa),” tuntasnya. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================