Masalah yang timbul dari informasi bebas di internet juga bukan hanya pada kehidupan sosial secara umum, kata dia, bahkan kepada perkembangan anak-anak dan trafficking atau perdagangan manusia. Semua itu terjadi karena masyarakat Indonesia masih lemah dalam hal literasi informasi etika komunikasi, interaksi, pandangan-pandangan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebab itu Diah berpendapat masyarakat perlu diedukasi mengenai keberagaman Indonesia yang sebetulnya merupakan kekayaan dan kekuatan bangsa jika persatuan tetap terjaga melalui internet.

BACA JUGA :  7 Cara Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini, Orang Tua Wajib Tahu

“Kita berharap akan ada era saling toleransi yang kuat, saling menghargai, menghormati perbedaan di antara masyarakat yang justru akan memperkuat Indonesia,” katanya.

Di tempat yang sama, Kasubag Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Jabar Haidar Yamin Mustafa mengatakan Kementerian Agama memiliki pandangan yang sama dengan DPR RI mengenai persoalan literasi di masyarakat yakni internet of things atau konsep bekerja tanpa interaksi fisik dengan manusia lain secara langsung.

BACA JUGA :  VinFast Evo Jadi Pilihan Motor Listrik Harian, Jarak Tempuh 150 Km dan Baterai Bisa Ditukar

Masyarakat saat ini telah terbiasa menggunakan internet untuk segala aktivitas. Padahal, banyak hal yang tidak bisa disampaikan dengan internet yakni budi pekerti, etika yang bersifat dari gestur sesama manusia.

“Karena itu, kami akan terus menyosialisasikan moderasi bergama di tengah masyarakat untuk kembali mengingatkan pentingnya bersosialisasi dengan penuh toleransi,” tuntasnya. (B. Supriyadi)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================