Bima menjelaskan, pengerjaan tersebut tidak boleh melewati tahun 2022, karena itu pengerjaanya akan dibagi menjadi dua tahap.

Pengerjaan tahap pertama dengan biaya sekitar Rp2,4 miliar dan akan dikerjakan mulai Minggu depan hingga Desember 2022, selama dua bulan.

Sementara, untuk tahap kedua ialah proses finishing 50 persen dari sisa anggaran dengan pengerjaan mulai bulan Januari 2022 hingga Februari 2023.

BACA JUGA :  Bolehkah Kulit Hewan Kurban Dijual? Ini Penjelasan Hukumnya dalam Islam

“Diperkirakan total pengerjaan 4 bulan bisa selesai jadi lewati tahun tahap 1 dan 2. Mudah-mudahan dalam 4 bulan bisa selesai, ini sudah kami percepat sesuai dengan aturan semua,” jelas Bima.

Bima menerangkan, terkait pengalihan arus kendaraan untuk semenra akan diantisipasi untuk dilakukan pengecekan langsung di lokasi-lokasi titik macet pada pagi hari. Setelah itu akan dilakukan penambahan personel dan koordinasikan dengan pihak Kepolisian.

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Jaro Ade dan Pengcab IMI Kabupaten Bogor Susuri Jejak Raden Ipik dari Jasinga hingga Malasari

“Kemudian nanti kita akan lihat beberpa titik yang menjadi jalan tikus opsinya seperti apa. Intinya kami akan mengerahkan tenaga lebih, baik dari dishub maupun kepolisian,” pungkasnya. (Aditya)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================