
“Alhamdulillah penjurian berjalan lancar dan netral melihat prinsip sayembara yaitu desain lanskap gerbang Kota Bogor yang mencerminkan sejarah/sosial budaya/ekologi/penciri pada tiga lokasi. Tim peserta merupakan kelompok dengan minimal dua orang dan memilih satu dari tiga lokasi yang kami tentukan,” ungkap Irfan kepada wartawan pada Senin (7/11/2022).
Irfan melanjutkan, Disperumkin menyelenggarakan sayembara ini tujuan utamanya untuk memberikan ciri khas pintu masuk Kota Bogor, sayembara ini terbuka untuk umum, baik pelajar, mahasiswa maupun profesional. Namun peserta merupakan tim atau kelompok dengan jumlah personil minimal dua orang.
“Untuk tim juri ada dari akademisi, desainer kota dan budayawan. Juara 1 mendapatkan Rp10 juta, juara 2 mendapat Rp7,5 juta, juara 3 Rp 5 juta, harapan 1 Rp4 juta, harapan 2 Rp3 juta dan harapan 3 mendapatkan Rp2 juta. Untuk juara favorit pilihan masyarakat mendapatkan hadiah dari bank BJB,” tutur Irfan.
Irfan menjelaskan, untuk desain yang akan dijadikan sebagai gerbang Kota Bogor tentu menunggu arahan dari Wali Kota Bogor Bima Arya, karena lomba ini sudah memunculkan enam alternatif desain yang bisa menjadi rujukan.
“Tetap untuk pemilihan desain yang akan dipakai ditentukan oleh Wali Kota Bogor. Sekarang sudah ada enam alternatif pilihan,” jelasnya.
Diketahui untuk tahapan lomba desain gerbang Kota Bogor ini pendaftaran peserta mulai dibuka 12 sampai 19 September 2022 lalu dengan pengumpulan karya desain pada 11 Oktober 2022.
Sementara penentuan pemenang pada 25 Oktober 2022. Tema yang diangkat tidak ada, namun desain gerbang Kota Bogor mesti masuk prinsip-prinsip antara lain unsur budaya, sejarah dan arsitektur lanskap kota. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















