Berbeda dengan lemak trans alami yang ditemukan dalam produk susu dan daging, lemak trans buatan telah terbukti menyebabkan peradangan dan meningkatkan risiko penyakit.

Makanan tinggi lemak trans termasuk:

  • Kentang goreng dan makanan cepat saji goreng lainnya
  • Beberapa jenis popcorn microwave
  • Margarin tertentu dan mentega sayur
  • Kue kemasan
  • Beberapa kue kering
  • Semua makanan olahan yang mencantumkan minyak nabati terhidrogenasi parsial pada labelnya
  1. Alkohol yang berlebihan

Mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebih dapat menyebabkan masalah yang parah.

Dalam sebuah penelitian, kadar penanda inflamasi CRP meningkat pada orang yang mengonsumsi alkohol. Semakin banyak alkohol yang mereka konsumsi, semakin banyak kadar CRP mereka meningkat.

Orang yang banyak minum dapat mengalami masalah dengan racun bakteri yang keluar dari usus besar dan masuk ke dalam tubuh.

BACA JUGA :  Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis Jadi Mata Pelajaran Pilihan di Sekolah Indonesia

Kondisi yang sering disebut “usus bocor” ini dapat menyebabkan peradangan yang meluas yang menyebabkan kerusakan organ.

Untuk menghindari masalah kesehatan terkait alkohol, asupannya harus dibatasi pada dua minuman standar per hari untuk pria dan satu untuk wanita.

  1. Mengadung omega-6

Beberapa ilmuwan percaya bahwa minyak nabati tertentu, seperti minyak kedelai, dapat meningkatkan peradangan karena kandungan asam lemak omega-6 yang sangat tinggi.

Meskipun beberapa makanan lemak omega-6 diperlukan, tapi mengonsumsinya secara berlebih menjadi tidak baik.

Faktanya, para profesional kesehatan merekomendasikan makan lebih banyak makanan kaya omega-3, seperti ikan berlemak, untuk meningkatkan rasio omega-6 dan omega-3 dan menuai manfaat anti-inflamasi omega-3.

  1. Karbohidrat olahan
BACA JUGA :  Terbungkus Handuk Cokelat, Bayi Perempuan Ditemukan Terlantar di Semak-semak

Makan karbohidrat olahan dapat mendorong peradangan. Karbohidrat olahan telah menghilangkan sebagian besar seratnya.

Serat ini dapat meningkatkan rasa kenyang, meningkatkan kontrol gula darah, dan memberi makan bakteri menguntungkan di usus.

Karbohidrat olahan juga memiliki indeks glikemik (GI) yang lebih tinggi daripada yang tidak diolah. Konsumsi makanan dengan GI tinggi ini dapat meningkatkan gula darah lebih cepat daripada makanan GI rendah.

Karbohidrat olahan di antaranya dapat ditemukan dalam:

  • Permen
  • Roti
  • Pasta
  • Kue kering
  • Beberapa sereal
  • Minuman ringan bergula
  • Semua makanan olahan yang mengandung tambahan gula atau tepung
Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================