DKI Jakarta menjadi provinsi penyumbang uang kartal yang diragukan terbesar pada bulan Oktober 2022 sebanyak 10.372 lembar atau sekitar 53 persen dari keseluruhan uang yang diragukan keasliannya di Indonesia.

Di posisi kedua sebagai penyumbang uang yang diragukan keaslinnya per Oktober 2022 yakni Jawa Tengah sebesar 2.799 lembar atau sekitar 14,18 persen dari total uang yang diragukan keasliannya.

Masuk ke dalam 3 besar, Jawa tengah menjadi penyumbang uang diragukan keasliannya terbesar ke-3 dengan 1.996 lembar atau sebesar 10,11 persen.

BACA JUGA :  Uban Muncul di Usia Muda? Ini Berbagai Faktor yang Bisa Menjadi Penyebabnya

Sedangkan sejumlah provinsi dengan nihil (0 lembar) dugaan sebaran uang palsu yakni Gorontalo, Kalimantan Utara, Maluku, Nangroe Aceh Darussalam, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Barat.

Sebelumnya Bank Indonesia menghimbau masyarakat agar melakukan penukaran uang di bank, atau memanfaatkan kas keliling BI untuk menghindari uang palsu.

BACA JUGA :  Bolehkah Penderita Darah Tinggi Makan Ikan Asin? Ini Penjelasan dan Pola Makan yang Tepat

Sementara itu, untuk mencegah adanya pemalsuan uang, BI telah melakukan berbagai strategi, mulai dari memilih kualitas uang, desain uang yang tidak mudah dipalsukan, hingga melakukan edukasi dan komunikasi.

Selain itu, BI juga melakukan kolaborasi dan sinergi dengan berbagai kementerian/lembaga seperti Botasupal yang terdiri dari Badan Intelijen Negara (BIN), Polri, Kejaksaan Agung, dan Kementerian Keuangan.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================