
“Dengan target pencapaian hingga tahun 2027 yaitu cakupan pelayanan teknis sebesar 33,80% dengan jumlah sambungan langganan sebanyak 247.566 SL dan penurunan kehilangan air sebesar 25,10%, setidaknya dibutuhkan biaya investasi sebesar Rp1,6 triliun,” kata Yuliansyah.
Dengan target tersebut, lanjut dia, dibutuhkan biaya sebesar Rp1,6 triliun dan tentu hal tersebut membutuhkan dukungan berupa PMP dari pemerintah daerah, karena Perumda Air Minum Tirta Kahuripan sudah tidak mendapatkan bantuan yang bersumber dari APBN.
“Selain pendanaan dari pemerintah daerah, kami juga akan mencari alternatif sumber pendanaan lain baik dari internal maupun kerjasama dengan pihak swasta,” papar Yuliansyah.
Dia menambahkan, berdasarkan kondisi tersebut, penggunaan anggaran Rp 1,6 tiliun itu, dalam 5 tahun kedepan secara garis besar Perumda Air Minum Tirta Kahuripan merencanakan beberapa program.
“Seperti optimalisasi dan rehabilitasi jaringan perpipaan, penambahan kapasitas produksi, penekanan kehilangan air, pengembangan sumber daya manusia hingga pengembangan teknologi informasi,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Kegiatan lokakarya tersebut dibuka langsung Plt. Bupati Bogor dan dihadiri oleh Ketua Komisi II DPRD Kab. Bogor, para pimpinan SKPD, perwakilan IUWASH, dan para camat se-Kabupaten Bogor. (**)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================













