BOGOR-TODAY.COM, LEWULIANG – Bukti nyata keseriusan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang, Kabupaten Bogor dalam memberikan servis terbaik terhadap pasien, diwujudkan dalam peningkatan pelayanan, fasilitas rumah sakit dan ketersediaan dokter spesialis.
“Di tahun 2022 ini, RSUD Leuwiliang memiliki segudang kediatan yang tentunya hal tersebut demi melayani pasien yang beribat di rumah sakit plat merah itu diantaranya, peningkatan pelayanan dari segi spealistik seperti adanya penambahan dokter bedah onkologi dan ini baru untuk di wilayah Bogor Barat,” ujar Direktur RSUD Leuwiliang, dr.Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S.
Selain penambahan dokter spesialis, RSUD Leuwiliang juga berhasil mengaplikasikan elektronik rekam medik dan itu sekarang menjadi amanat dari Permenkes RI nomor 24 tahun 2022, semua fasilitas kesehatan wajib menggunakan elektronik rekam medik.
“Alhamdulilah RSUD Leuwiliang sedah menerapkan elektronik rekam medik sejak tahun 2021 lalu, dan sekarang terus disempurnakan, yang tadinya hanya dibagian rawat inap di IGD sekarang sudah ke rawat jalan,” tutur wanita yang akrab disapa dokter Vitrie itu.

Tentunya, lanjut Vitrie, hal itu menjadi efesiensi karyawan untuk meminimalisir berkas yang biasanya menumpuk sekarang semuanya serba digitalisasi. Namun, masih ada beberapa yang menggunakan berkas karena masih membutuhkan tanda tangan pihak keluarga pasien.
“Tentu saja hal ini harus didukung dengan fasilitas internet yang stabil, jumlah komputer yang mumpuni disetiap poliklinik dan disetiap ruang rawat inap harus ada. Dan perlahan – lahan terus kami lengkapi dan berjalan baik bahkan kami juga sudah mulai menerapkan tanda tangan elektronik,” paparnya.
Dokter Vitrie mengatakan, kedepan tentunya ini akan menjadi salah satu enam pilar transformasi kesehatan yang diluncurkan oleh Kemenkes salah satunya adalah digitalisasi dan rencananya kemenkes juga akan menerapkan Satu Data Indonesia (SDI).
“Jadi, kemanapun kita berobat data kita sudah bisa diaksises kedepan pemerintah melalui Kemenkes akan meberlakukan seperti itu. Data – data kesehatan orang Indonesia bisa direkam dan manfaatnya untuk kita adalah bisa melakukan tindakan preventif dan promotif lebih diutamakan,” jelasnya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















