
Selain pembangunan taman-taman yang memberi kesejukan di Kota Bogor, program dan kegiatan Pemkot Bogor dibawah komando Wali Kota Bogor, Bima Arya juga memberikan kesejukan dengan toleransi, moderasi dan kerukunan beragama sehingga menciptakan kondusifitas yang luar biasa bagi kohesifitas, soliditas dan kekompakan masyarakat Kota Bogor.
“Mari betul-betul kita jadikan Kota Bogor sebagai kota yang sejuk, tidak sekedar fisik, udara, taman tetapi juga hatinya. Keberadaan NU jelang 1 abad semoga di ridhoi Allah SWT, dijadikan salah satu elemen yang penting dalam kemajuan bangsa,” katanya.
Pelatihan mutu khatib – imam diharapkan mampu menjadikan masjid sebagai wa annal-masājida lillāh, masjid yang betul betul digunakan untuk beribadah kepada Allah SWT, bukan untuk politik atau sarana maupun untuk kepentingan lain disamping ibadah terlebih untuk menyebarkan kebencian.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Bogor, Edi Nurohman mengungkapkan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemkot Bogor. Tantangan ke depan kata dia, akan terus berubah dan perlu direspon, selain pelestarian akidah tradisi amaliah ahlussunnah wal jamaah,.tetapi juga berkompetisi dalam merespon tantangan zaman. Salah satunya ke depan PCNU memiliki klinik kesehatan atau badan usaha sehingga tidak bergantung lagi dengan bantuan pihak luar tapi mampu membangun kemandirian.
Ketua LDNU, Cecep Jamaludin menyebutkan, pelatihan ini untuk merespon tantangan yang ada, diantaranya disusupi penceramah yang menyebarkan paham-paham intoleransi dan radikalisme.
Selain itu juga sebagai evaluasi untuk meningkatkan standar kelayakan SDM para khatib dan imam.
“Dari 200 yang mendaftar, pelatihan hanya mampu mengakomodir 50 peserta,” katanya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















