“Walaupun secara fisik belum sempurna kami akan mulai beroperasi dengan menggunakan operator atau manajemen Hotel ternama, hingga dengan berbagai upaya kita bisa membiayai operasional hotel secara mandiri,” paparnya.

Ia menuturkan, bahwa dirinya bersyukur Hotel Sayaga Wisata selesai pembangunannya. Secara anggaran, hotel ini dibangun selama 2 tahun anggaran (TA) yaitu Tahun 2019 dan 2021.

“Di Tahun 2020 lalu, pembangunan Hotel Sayaga Wisata sempat terhenti dan baru dilanjutkan pada Tahun 2021 dan 2022 ini. Total anggaran pembangunan hotel ini sebesar Rp 65 miliar,” tutur Supriadi.

BACA JUGA :  Krisis Air Bersih Dua Desa di Nanggung Bogor, Polisi Salurkan 11 Ribu Liter untuk Warga

Ia menjelaskan pasar dari Hotel bintang 3 diatas ialah dinas, kementerian, lembaga atau instansi negara hingga perusahaan swasta. Ia pun merasa optimis akan prospek bisnis hotel tersebut, lantaran lokasinya terbilang strategis.

BACA JUGA :  Harga Bright Gas Turun Mulai 14 Juli 2026, Pertamina Pangkas Tarif Tabung 5,5 Kg dan 12 Kg

Hotel Sayaga Wisata ‘menjual’ konsep Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition (MICE).

“Konsep Hotel Sayaga Wisata ialah MICE, hingga kami akan menawarkan paket tersebut ke dinas, kementerian, lembaga atau instansi negara hingga perusahaan swasta yang berada di Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek),” pungkasnya. (**/Gistin)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================