Bagaimana tidak, rumah gubuk dengan dua kamar yang tidak layak huni itu, tak mendapatkan sentuhan bantuan dari pemerintah, padahal jarak rumah dengan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sangatlah dekat.

“Kami membuat proposal mencari donatur yang mau membantu Agib (nama panggilan Atmagib, red) untuk dibuatkan Warung kecil – kecilan. Proposal pun kami ajukan baik ke lambaga, perusahaan maupun perorangan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Future Leaders Fellowship 2026 Dibuka, Mahasiswa Baru PTN Berkesempatan Ikuti Program Pengembangan Kepemimpinan Gratis

Dari hasil proposal yang diajukan, Mahasiswa FKIP Uhamka mendapatkan uang sebesar Rp3.600.000. Setelah uang terkumpul ketiga Mahasiswa itupun berkonsultasi kepada dosen meminta arahan untuk pemberdayaan yang akan dilakukan.

“Kami mendapat arahan agar Agib dibuatkan Warung kecil – kecilan kami akhirnya langsung membeli kebutuhan untuk membuat warung, seperti teh, minyak, kopi, susu, snack-snack, sabun dan es rencengan,” tutur Yumna.

BACA JUGA : 

Hasil kerja keras tiga mahasiswa FKIP Uhamka membuatkan Warung untuk Agib pun mendapatkan peringkat ke 2 dengan hasil donasi terbanyak.

“Tidak hanya itu dosen pembimbing FKIP Uhamka memberikan informasi bahwa kami mendapatkan kesempatan untuk di wawancara langsung oleh TV Muhammadiyah (TVMU),” pungkasnya. (**/ Gistin)

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================