
BOGOR-TODAY.COM, CIBINONG – Menjadi sebuah kewajiban bagi manusia untuk berbuat tolong menolong. Itu lah yang di lakukan Mahasiswa FKIP Uhamka, melakukan pemberdayaan kaum Dhuafa dengan cara membuatkan warung.
“Kami memilih Atmagib Fadilla (16) untuk dibuatkan Warung kecil – kecilan sebagai penunjang perekonomian keluarganya,” ujar Anisa Mahasiswa FKIP Uhamka dalam rilis yang diterima media ini, (17/1/2023).
Anisa menjelaskan, kegiatan ini merupakan tugas dari dosen pengampu FKIP Uhamka, dimana tugasnya adalah memberdayakan kaum Dhuafa melalui observasi.
“Kami melakukan survey selama dua hari kami mencari informasi, akhirnya menemukan Atmagib warga Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor yang layak kita bantu dan kita berdayakan,” tutur Anisa dibenarkan Syafira dan Yumna.

Atmagib merupakan tamatan SMP, sudah lama ditinggalkan kedua orang tuannya dengan kondisi perekonomian yang sangat sulit, ditambah harus menghidupi dua adiknya dengan berharap belas kasihan dari tetangganya.
“Awalnya Atmagib ini bekerja di warung tetangganya dengan upah seadanya, bahkan untuk kebutuhan makan sehari-hari pun bergantung pada tetangganya. Alhamdulilah dengan program kami ini dia punya warung sendiri,” kata Syafira.
Atas dasar keprihatinan itulah tiga mahasiswa FKIP Uhamka tergerak hatinya untuk membantu warga Cibinong, Kabupaten Bogor yang hidupnya jauh dari kata layak.
Bagaimana tidak, rumah gubuk dengan dua kamar yang tidak layak huni itu, tak mendapatkan sentuhan bantuan dari pemerintah, padahal jarak rumah dengan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sangatlah dekat.
“Kami membuat proposal mencari donatur yang mau membantu Agib (nama panggilan Atmagib, red) untuk dibuatkan Warung kecil – kecilan. Proposal pun kami ajukan baik ke lambaga, perusahaan maupun perorangan,” jelasnya.
Dari hasil proposal yang diajukan, Mahasiswa FKIP Uhamka mendapatkan uang sebesar Rp3.600.000. Setelah uang terkumpul ketiga Mahasiswa itupun berkonsultasi kepada dosen meminta arahan untuk pemberdayaan yang akan dilakukan.
“Kami mendapat arahan agar Agib dibuatkan Warung kecil – kecilan kami akhirnya langsung membeli kebutuhan untuk membuat warung, seperti teh, minyak, kopi, susu, snack-snack, sabun dan es rencengan,” tutur Yumna.
Hasil kerja keras tiga mahasiswa FKIP Uhamka membuatkan Warung untuk Agib pun mendapatkan peringkat ke 2 dengan hasil donasi terbanyak.
“Tidak hanya itu dosen pembimbing FKIP Uhamka memberikan informasi bahwa kami mendapatkan kesempatan untuk di wawancara langsung oleh TV Muhammadiyah (TVMU),” pungkasnya. (**/ Gistin)
Bagi Halaman
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















