7000 Karyawan Walt Disney Studio di PHK, Ini Penyebabnya

BOGOR-TODAY.COM – Walt Disney Studio mengumumkan restrukturisasi perusahaan secara menyeluruh yang akan mengakibatkan 7.000 Karyawan Walt Disney Studio di PHK.

Pemangkasan tersebut sebagai bagian dari upaya untuk mencapai penghematan biaya sebesar US$5,5 miliar (£4,5 miliar, A$7,9 miliar)

PHK ini mewakili sekitar 3,6 persen dari tenaga kerja global Disney dan terjadi setelah pemutusan hubungan kerja besar-besaran di perusahaan-perusahaan raksasa AS lainnya termasuk Alphabet, Amazon, Ford, dan Meta.

Mantan CEO Disney Bob Iger yang kembali ditunjuk sejak mengundurkan diri sebagai kepala eksekutif  pada tahun 2020 menguraikan rencana pemangkasan biaya kepada para investor.

BACA JUGA :  Beasiswa Garuda Gelombang II 2026 Masih Dibuka, Kuliah S1 Dalam dan Luar Negeri Dibiayai Penuh

Menurunya, pendapatan fiskal kuartal pertama perusahaan mencapai $1,28 miliar, di bawah estimasi para analis yang sebesar $1,43 miliar.

Pemangkasan tersebut mewakili sekitar 3,6 persen dari tenaga kerja keseluruhan Disney dalam upaya penghematan biaya sebesar $5,5 miliar dan menyusul hilangnya pekerjaan besar-besaran di perusahaan-perusahaan top AS lainnya.

Iger juga menyinggung tentang sekuel-sekuel masa depan untuk Toy Story, Frozen dan Zootopia. Namun, tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan tentang film-film baru tersebut.

Walt Disney, bakal memprotitaskan keuntungan dari bisnis streamingnya.

“Mereka akan melakukan re-organisasi menjadi tiga segmen, yakni unit hiburan yang mencakup film, televisi, dan streaming; unit ESPN yang berfokus pada olahraga; dan taman, pengalaman, dan produk Disney,” kata Iger.

BACA JUGA :  Meriahkan KaBogor Fest, Tirta Kahuripan Dekatkan Pelayanan dan Perluas Akses Air Bersih bagi Masyarakat

Menurut Iger, restrukturisasi ini akan merampingkan operasi, membuat bisnisnya lebih efisien, dan mengurangi biaya.

Diketahui, Warner Bros Discovery dan Netflix sebelumnya juga telah mengalami pemutusan hubungan kerja.

“Bisnis streaming, yang saya yakini sebagai masa depan dan terus berkembang. Jadi, kami pasti akan menuju ke streaming,” ungkap Ige.

Terakhir kali Disney melakukan pemangkasan selama puncak pandemi pada November 2020 lalu dengan memberhentikan 32.000 pekerja, terutama di taman hiburannya. (*)

 

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================