
Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati Pendidikan)
SEPERTI pernah penulis katakan pada opini sebelumnya di timetoday.id yang berjudul ‘Kasus Penganiayaan David Oleh Mario Adalah Cermin Generasi Strawberry’.
Yang dinamakan Generasi Strawberry adalah sebuah istilah yang menggambarkan fenomena generasi muda saat ini.
Dimana mereka biasanya memiliki ide dan kreatifitas yang tinggi, namun saat diberi sedikit tekanan dan mendapat masalah mereka mudah hancur layaknya buah strawberry, itulah makna dari kata Generasi Strawberry.
Untuk kebaikan dari sifat Generasi Strawberry ini tetap kita pertahankan dan kita tingkatkan, yaitu memiliki ide dan kreatifitas yang tinggi.
Tapi untuk kejelekan dari sifat Generasi Strawberry yaitu saat diberi sedikit tekanan dan mendapat masalah mereka mudah hancur layaknya buah strawberry, harus kita hilangkan.
Intinya Generasi Strawberry ini adalah para anak mama yang manja,santai, hedon dan punya privilege.
Privilege adalah hak istimewa atau kelebihan yang hanya dimiliki oleh orang atau sekelompok tertentu, biasanya karena jabatannya, kedudukannya atau kekayaannya.
Sehingga Generasi Strawberry ini jelas tidak punya jiwa mandiri, pejuang, petarung dan tidak gas pol dalam hidup ini, terutama untuk kebaikan bangsa dan negara.
Nah agar Generasi Strawberry ini punya sifat mandiri, pejuang, petarung dan gas pol dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara perlu dididik sebagai berikut:
Biasanya anak mama ini jika ke sekolah atau kuliah diantar oleh sopirnya, jika tidak diantar sopir mereka bawa mobil sendiri.
Agar anak mama ini mandiri, orang tua harus membuat aturan tiap 1 bulan sekali anak mama ini harus ke sekolah atau kuliah memakai angkutan umum atau ojek online. Nanti pada akhirnya bisa tiap pekan naik angkutan umum atau ojek online.
Dengan anak mama naik angkutan umum atau ojek online, maka sifat manja akan berkurang bahkan hilang dan timbul sifat mandiri.
Bahkan akan timbul rasa syukur jika naik mobil diantar sopir jika dibanding saat mereka naik angkutan umum atau ojek online.
Agar anak mama punya jiwa pejuang dan petarung, dan tidak mudah menyerah maka anak mama harus ikut kegiatan extrakurikuler beladiri yang keras dan macho seperti pencak silat, karate, taekwondo dan lain-lain.
Setelah itu agar anak mama punya jiwa dan peduli dengan hal yang bersifat sosial dan kemanusiaan, maka ajak mereka ke panti jompo, panti asuhan, yatim piatu, ke rumah sakit, bahkan kalau perlu ke penjara supaya tersentuh hatinya.
Agar anak mama ini sadar bahwa selama ini hidup penuh mereka penuh kemudahan, fasilitas, kenyamanan dan privilege, luar biasa bukan!
Dan yang terakhir anak mama ini harus diberi ilmu agama terutama tentang tauhid yang benar, sehingga dengan iman dan tauhid yang benar mereka dapat hidup dengan mandiri, kreatif, peduli dengan sesama dan lingkungan.
Hormat dan berbakti kepada orang tua serta punya jiwa nasionalisme yang gas pol terhadap bangsa dan negara.
Jika selama ini orang kaya kebanyakan mendatangkan guru privat matematika, bahasa Inggris, piano, gitar untuk buah hatinya.
Saatnya sekarang orang kaya mendatangkan guru ngaji dan ustadz untuk mendidik agama kepada buah hatinya, agar menjadi anak-anak yang soleh dan solehah, dan tidak menjadi Generasi Strawberry, Aamiin. Jayalah Indonesiaku. (*)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















